ILMU TEKNIK : Proses Pemberian Ukuran Hingga Pembentukan Batu Sebagai Material Bangunan (Dressing Stone)

January 30, 2020

Batu yang ditemukan di alam, harus digali dari tempat asal mereka yang tebal. Setelah menggali batu-batu besar, penting untuk memecahnya menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat digunakan dalam bangunan.
Tempat dimana permukaan yang terbuka dari batuan alami berkualitas baik tersedia secara melimpah dikenal sebagai "quarry," dan proses mengeluarkan batu dari lapisan alami dikenal sebagai "quarrying."

Ini dilakukan dengan bantuan perkakas tangan seperti palu, pahat, dll., Atau dengan bantuan mesin. Peledakan menggunakan bahan peledak adalah metode lain yang digunakan dalam penggalian.
Batu-batu digunakan dalam berbagai jenis batu; oleh karena itu, harus dipotong dan dibentuk agar sesuai dengan jenis pekerjaan yang dibutuhkan.
Di sini, di artikel ini, kita akan membahas berbagai jenis dan metode dressing batu untuk mendapatkan permukaan dan bentuk yang diinginkan.

Definisi:
Dressing batu didefinisikan sebagai “Proses memberikan ukuran, bentuk, dan hasil akhir yang tepat untuk batu yang rusak secara kasar seperti yang diperoleh dari penambangan.”
Ini dilakukan dengan bantuan perkakas tangan seperti palu, pahat, dll., Atau dengan bantuan mesin. Proses ini dilakukan secara manual atau mekanis. Sebuah batu berpakaian cocok untuk digunakan dalam situasi tertentu di sebuah gedung.

Tujuan:
Batu yang diperoleh dari tambang sangat kasar dan bentuknya tidak beraturan serta cukup besar ukuran dan beratnya.
Berbagai tujuan dressing batu yaitu :
(a) Untuk mengurangi ukuran balok besar batu sehingga dapat dikonversi menjadi potongan yang mudah diangkat. Pengurangan ukuran ini umumnya dilakukan di tambang itu sendiri karena itu menghemat banyak biaya transportasi.
(B) Untuk memberikan bentuk yang tepat untuk batu. Diketahui bahwa batu dapat digunakan di berbagai tempat di gedung, misalnya., Di fondasi, di dinding, di lengkungan, atau untuk lantai, setiap situasi akan membutuhkan bentuk yang tepat.
(c) Untuk mendapatkan hasil akhir yang menarik. Dalam bangunan tempat tinggal, batu digunakan tidak hanya karena kekuatan ekstra, kekerasan, dan daya tahan, tetapi juga karena nilai estetika.
Permukaan batu dapat dibuat sangat dekoratif dan penampilan menarik, yang akan bertahan untuk waktu yang cukup lama. Rumah batu memiliki ciri khasnya yang berbeda di kota dengan struktur beton.


 ILMUTEKNIK.ID "Dressing Stone"


Tahapan dalam Dressing Batu
1. Ukuran:
Ini adalah proses menginduksi blok yang tidak teratur ke dimensi yang diinginkan dengan menghilangkan bagian ekstra. Ini dilakukan dengan bantuan palu tangan dan pahat.
2. Membentuk:
Ini mengikuti ukuran dan melibatkan menghapus proyeksi tajam. Banyak batu digunakan dalam konstruksi umum setelah dibentuk.
3. Perencanaan:
Ini lebih merupakan jenis pembalut tingkat lanjut di mana batu dibersihkan dari semua penyimpangan dari permukaan.
4. Finishing:
Ini dilakukan hanya dalam kasus batu berpakaian khusus dan terdiri dari menggosok permukaan batu dengan bahan abrasif yang sesuai seperti silikon karbida.
5. Polishing:
Ini adalah tahap terakhir dalam berpakaian dan hanya dilakukan pada kelereng, batu kapur, dan granit.


Metode / Jenis Dressing Batu.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, dressing batu dapat dilakukan baik secara manual maupun secara mekanis.
Secara manual, tukang batu yang terampil dapat melakukan keajaiban pada jenis batu yang cocok dengan pahat, palu, dan abrasive.
Secara mekanis, mesin dapat memotong batu dengan ukuran dan bentuk yang diinginkan. Permukaannya dapat dibuat lebih halus dengan memoles melalui mesin.
Namun, ada beberapa jenis rias batu tradisional yang cukup populer bahkan saat ini. 

Artikel Terkait

Previous
Next Post »