ILMU LISTRIK : KARAKTERISTIK DAN CARA KERJA LAMPU TL (Tube Luminescent) NEON DAN LED

September 19, 2019
Ditengah tarif listrik yang semakin mahal memaksa kita untuk bijak dalam memilih jenis lampu, kita pastinya menginginkan lampu yang terang namun sedikit memakai daya listrik. Jika dulu lampu bohlam adalah pilihannya, maka sekarang sudah ada lampu TL yang siap menggantikan lampu bohlam. Lampu TL ini dikenal dapat menghasilkan cahaya yang lebih banyak dengan daya yang sama jika kita menggunakan lampu bohlam.



Jika lampu bohlam biasa 75 Watt dapat menghasilkan cahaya 1200 lumens/meter maka lampu TL 32 Watt dapat menghasilkan cahaya 1700 lumens/meter, sehingga didapat perbandingan efisiensi lampu bohlam dengan lampu TL sebesar 53 : 16.

Mungkin karena itulah sekarang lampu TL sudah banyak digunakan di masyarakat, TL (Tube Luminescent ) atau sering disebut tube lamp karena berbentuk tabung. 

Luminescent merupakan cahaya yang terjadi di temperatur rendah dan berasal dari bahan yang tidak panas, di alam kita dapat meihat pada ubur-ubur. Proses luminesasi ini disebabkan karena adanya reaksi kimia, energi listrik, gerakan subatomik dan tekanan pada kristal.

Ada 2 jenis lampu TL yang beredar di masyarakat Indonesia yaitu :

  • Lampu TL Neon ( Fluorescent Lamp )
Fluoresense merupakan proses terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap radiasi elektromagnet, fluorescent sendiri merupakan bentuk dari luminesensi. Cara kerja dari lampu neon sendiri yaitu saat elektroda dialiri arus listrik maka akan timbul panas dan menyebabkan elektron berpindah dari ujung ke ujung. Arus listrik ini juga akan menyebabkan merkuri yang tadinya berbentuk cair menjadi gas. Perpindahan elektron ini akan memedarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu tersebut.

  •  Lampu TL LED ( Light Emitting Diodes )

Pada TL LED memiliki puluhan hingga ratusan LED dalam satu tabungnya. Menurut penelitian beberapa ahli lampu LED ini dapat menghemat listrik hingga 60%. LED dapat menyala jika dialiri tegangan maju dari anoda ke katoda sehingga tidak akan menyala jika arah tegangannya terbalik. Pada LED terdapat chip semikonduktor yang didoping sehingga menciptakan junction P dan N. Proses doping merupakan proses penambahan ketidakmurnian pada semikonduktor yang urni sehingga menghasilkan karakteristik yang diinginkan. Ketika tegangan maju masuk dari anoda menuju katoda akan menyebabkan kelebihan elektron pada N-type material akan berpindah menuju wilayah yang kelebihan hole yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-type material). Ketika elektron ini bertemu dengan hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik atau cahaya satu warna.

Perbedaan Rangkaian Lampu TL Neon dan TL LED


  • Rangkaian Lampu TL Neon
Dalam rangkaian lampu TL Neon ada 3 komponen dasar yang selalu dipakai antara lain Trafo Ballast/ Ballast Elektronik, Starter dan Lampu Neon itu sendiri.Syarat yang harus dipenuhi agar tabung lampu dapat berpedar yaitu tegangan yang masuk untuk memanaskan elektroda yaitu sebesar 400 Volt. Oleh karena itulah  selain  berfungsi sebagai saklar otomatis untuk membantu memanaskan elektroda starter juga sebagai alat untuk menaikkan tegangan penyalaan lampu. 

Jika proses penyalaan lampu telah selesai maka Bi-metal pada starter akan terbuka, sehingga starter dapat dilepaskan. Dikarenakan Lampu TL memiliki karakteristik arus-tegangan negatif ( Jika arus naik maka tegangan turun atau tegangan akan naik bila arus turun) maka diperlukan komponen yaitu ballast baik itu trafo ballast ataupu ballast elektronik untuk menstabilkan arus sehingga lampu TL dapat beroperasi dengan baik .

Dikarenakan ada 2 tipe ballast yang digunakan yaitu trafo ballast dan ballast elektronik, maka rangkaiannya pun juga akan berbeda seperti gambar dibawah ini.


  • Rangkaian Lampu TL LED

Rangkaian Lampu TL LED ini sangatlah sederhana berbeda jauh dengan rangkaian lampu TL Neon, pada rangkaian Lampu TL LED tegangan listrik AC 220 Volt dapat dihubungkan langsung dengan Pins pada lampu.
Jikalau sudah ada rangkaian Lampu TL Neon dan kita ingin merubahnya menjadi TL LED caranya sangatlah mudah tinggal melepas starter dan ballastnya saja seperti gambar dibawah ini.




Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
AzZukhruf
AUTHOR
28 September 2019 at 18:07 delete

Thank you infonya min.,. Izin kutip ya,..,.,

Reply
avatar
Iklan