ILMU REFRIGASI : Kerusakan pada Air Conditioner (AC) Ruangan dan Perbaikannya

August 04, 2019

Kerusakan pada Air Conditioner (AC) Ruangan dan Perbaikannya


Gambar. AC Bermerk "Sharp"

Sebelum melakukan perbaikan AC, ada baiknya kita harus mendiagnosa penyebab kerusakannya. Berikut ini beberapa kerusakan yang sering terjadi pada AC ruangan beserta cara perbaikannya :

1. AC Tidak Dapat Bekerja Sama Sekali

Jika AC tidak dapat beroperasi sama sekali, mungkin diagnosa kerusakannya adalah sebagai berikut :

a) Cek aliran listrik ke kompresor, apakah ada tegangan listrik, kalau tegangan listrik tidak ada, maka kerusakan bukan pada kompresor tetapi pada sumber listrik. 

b) Jika tegangan listrik ada, kemungkinan kerusakan pada komponen dan mekanisme start. 

Untuk mengetahui kepastiannya, pastikan arus listrik dari sumber arus tegangan, cek kumparan motor kompresor dengan ohmmeter (multimeter), jika ohmmeter tidak bergerak jarumnya, berarti kumparan putus maka yang rusak adalah motor kompresor, jika ohmmeter jarumnya menunjuk, akan tetapi bisa salah satu ujung kabel ohmmeter dihubungkan ke bodi kompresor dan yang satunya lagi ke salah satu ujung kumparan ternyata jarum bergerak, maka berarti kumparan motor kompresor terhubung singkat dengan bodi sehingga dapat disimpulkan kumparan motor yang rusak, langkah selanjutnya lakukanlah perbaikan motor kompresor. 


Jika motor kompresor ternyata setelah dicek berada di dalam keadaan baik, maka kemungkinan yang akan didiagnosa adalah mekanisme start pada kompresor, langkah pengecekannya adalah sebagai berikut. 


a. Periksa relay/konduktor starter motor kontak-kontak relay diperiksa, apakah saat koil relay bekerja posisi kontaknya tipis menempel, jika tidak maka lakukanlah pembersihan kontak koil dan rapatkan gagangnya. Jika koil relay yang rusak, maka perbaikannya hanya mengganti relay atau kontaktor. 

b. Jika relay/kontaktor baik, maka kemungkinan yang rusak adalah kapasitor, periksa kapasitor menggunakan multimeter (posisi ohm), tes kapasitor dengan mengukur kapasitor dengan ohmmeter, jika jarum ohm meter bergerak pada penunjukan maksimum kemudian secara perlahan-lahan turun ke minimum, maka kapasitor dalam keadaan rusak, kapasitor tidak dapat diperbaiki tetapi harus diganti. 

c. Jika kondisi motor dan kapasitor bawah relay/kontaktor baik, maka kemungkinan kerusakan ada pada pengaman Overload (beban lebih), cara pengecekannya adalah dengan menggunakan ohmmeter. Periksa kontak normal open dan normal closenya apakah "berfungsi dengan baik,jika tidak maka perbaikannya adalah dengan mengganti overload. 


2. AC Bekerja Tetapi Pendinginannya Kurang Baik


Penyebab kerusakan ini biasanya adalah sebagai berikut.

a. Kotoran/debu pada permukaan pipa evaporator atau kondensor yang mengakibatkan laju perpindahan panas terhalangi, perbaikannya ialah dengan cara membersihkan debu kotoran tersebut. 

b. Kipas tidak bekerja, periksa kipas, kemungkinan kerusakan adalah motor kipas rusak atau arus ke motor terputus. 

c. Efisiensi kompresor turun, periksa kompresor, penyetelan/pengesetan diferensial temperatur pada termostat terlalu besar, perbaikannya adalah dengan mengganti diferensial temperatur termostat. 

d. Pengaman overload hidup mati akibat tegangan terlalu rendah, perbaikannya pakailah stabilisator pada sumber listrik, 

e. Sistem aliran ke pipa refrigeran dikurangi, hal ini bisa diakibatkan kebocoran pipa. Bila hal ini terjadi, maka perbaikannya adalah dengan cara mematri kebocoran tersebut dan tambahkan gas freonnya. 


3. AC Bekerja Tetapi Udara Ruangan Terlalu Dingin

Penyebabnya adalah seperti dibawah ini :

a. Posisi sensor termostat tidak tepat (terlalu jauh dari evaporator). 

b. Termostat rusak/tidak berfungsi. 

c. Aliran refrigeran berkurang di daerah sensor termostat yang disebabkan karena pipa refrigeran tersumbat kotoran, perbaikannya dengan membersihkan kotorankotaran debu dari pipa dan termostat. 



4. AC Bekerja Tetapi Timbul Şuara Berisik yang Cukup Mengganggu Pendengaran

Gambar. Ilustrasi AC yang Bising

Hal ini bisa diakibatkan oleh hal-hal berikut.

a. Ada baut yang lepas atau longgar, periksa baut yang mengikat kompresor dan baut yang lain. Bila longgar maka kuatkan dengan kunci pas. 

b. Sabuk (belt) kompresor longgar atau aus, perbaikannya dengan mengencangkan belt atau menggantinya. 

c. Bantalan/bearing kompresor aus atau pecah, perbaikannya dengan mengganti bantalan tersebut. 

d. Jika dudukan penyangga AC kurang rata atau kurang kuat, maka perbaikannya dengan meletakkan dudukan penyangga AC di tempat yang rata. 

e. Tegangan suplai kurang sehingga motor berdengung, perbaikannya dengan memakai stabilisaton 


TEST PLAGIARISME



Artikel Terkait

Previous
Next Post »