Loading...

ILMU TEKNIK : Cara Kerja Rangkaian Pneumatik "INTUITIF A+ B+ A- B- STOP"

January 18, 2020 Add Comment

Saat rangkaian diatas diberikan udara bertekanan, udara akan masuk ke sambungan bertenaga (P). Lalu udara bertekanan dialirkan ke katup kontrol arah 3/2. Karena menggunakan katup kontrol arah 3/2 normally close maka saat udara bertekanan masuk ke katup kontrol arah, saluran 1 dan 2 tidak terhubung sehinggan udara bertekanan tidak bisa mengalir. 

Pada saat katup kontrol arah 3/2 ditekan, saluran 1 dan 2 akan terhubung sehingga udara bertekanan akan mengalir ke saluran A, lalu udaara bertekanan akan masuk ke saluran 1 pada katup 3/2 roll (B0). Karena piston memberikan perintah mekanik ke katup 3/2 B0, maka saluran 1 dan 2 terhubung kemudian katup 3/2 B0 memberikan perintah pneumatik ke katup 5/2 A kiri, setelah itu saluraan 1 dan 4 terhubung sehingga udara bertekanan dari saluran 4 mengalir ke double acting cylinder A dan mendorong piston bergerak maju. 

Saat piston A bergerak kedepan, piston A memberikan perintaah mekanik ke katup 3/2 roll A1, sehingga saluran 1 dan 2 terhubung, lalu katuo 3/2 roll A1 memberikan perintah pneumatik ke katup 5/2 B yang menyebabkan saluran 1 dan 4 terhubungsehingg udara bertekan mengalir dari saluran 4 kemudian mengalir ke double acting cylinder B dan menggerakan piston ke depan. 
Saat piston B terdorong kedepan, piston B akan memberikan perintah mekanik ke katup 3/2 roll B1, sehingga saluran 1 dan 2 terhubung, lalukatup 3/2 roll akan memberikan perintah pneumatik ke katup 5/2 A, yang menyebabkan saluran 1 dan 4 terputus dan saluran 1 dan 2 terhubung sehingga udara bertekanan mengalir dari saluran 2 ke double acting cylinder A sehingga menggerkan piston ke belakang. 

Saat piston A bergerak ke belakang, piston A akan memberikan perintah mekanik ke katup 3/2 roll A0. Sehingga saluran 1 dan 2 terhubung, lalu katup 3/2 roll A0 memberikan perintah pneumatik ke katup 5/2 B yang menyebabkan saluran 1 dan 4 terputus dan saluran 1 daan 2 terhubung, sehingga udara bertekanan akan mengalir dari saluran 2 kemudian mengalir ke double acting cylinder B dan menggerakan piston B ke belakang. 

Saat katup 3/2 terus ditekan, maka piston akan terus bergerak maju dan mundur karena piston mendapatkan power sehingga memberikan perintah mekanik ke katup 3/2 roll A0, A1, B0, B1 lalu katup 3/2 roll A0, A1, B0, B1 secara bergiliran meemberikan perintah pneumatik ke katup 5/2 A dan B, pada saat katup 3/2 maka piston akan berhenti bergerak karena tidak lagi mendapat udara bertekanan.

Artikel Pneumatik Lainnya : 1. Kelebihan dan kekurangan sistem pneumatik

ILMU TEKNIK : Pengertian dan Cara Kerja Steam Drum Boiler

January 17, 2020 Add Comment
Drum uap adalah ruang tekanan ketel uap yang terletak di ujung atas sistem sirkulasi ketel uap. Ini adalah reservoir air / uap air di ujung atas tabung air. Drum uap menyimpan uap yang dihasilkan dalam tabung air dan bertindak sebagai pemisah fase untuk campuran uap / air. Uap dipisahkan dari air dan kemudian dibuang pada posisi di atas permukaan air yang dipertahankan di sana.
Dalam sirkulasi alami boiler uap, drum uap menempati posisi penting karena ini merupakan komponen terberat, tata letak dan pemasangan ketel uap berputar di sekitarnya, Butuh waktu maksimum untuk pembuatan dan membutuhkan mesin paling mahal, memindahkannya menuntut tingkat logistik yang tinggi, perlu crane atau mengangkat terberat mengatasi selama fabrikasi dan ereksi. Namun secara termodinamik, drum steam hanyalah tangki lonjakan dalam sirkulasi sistem yang menghubungkan bagian-bagian berikut : Outlet Economizer dan pipa saluran masuk Superheater di satu sisi, downcomers dan riser di sisi lain.
Di bawah kondisi operasi yang stabil ketika aliran seimbang, drum uap menghasilkan tingkat air yang stabil. Ketinggian air drum adalah salah satu parameter terpenting, dari sistem kontrol ketel uap. Fungsi penting lain dari steam drum adalah untuk menampung internal drum, yang melakukan fungsi-fungsi berikut: air jenuh dari sirkuit evaporator, yang mengandung jumlah steam yang bervariasi, dipisahkan oleh separator steam. Uap bebas air untuk melewati downcomers diperlukan pemisah dan pemurni uap, dosis kimia untuk menjaga kimia air yang bersirkulasi, blowdown terus-menerus dari air drum untuk menjaga sisa-sisa di bawah batas yang ditentukan.

ILMU TEKNIK : Sistem Pemanas Udara dengan Ketel Uap (boiler)

January 16, 2020 Add Comment
Pemanas udara memiliki peran penting untuk meningkatkan efisiensi panas tinggi dari ketel uap dengan memanfaatkan energi panas dengan gas buang suhu rendah dari ketel uap sebelum dibuang ke atmosfer. Pemanas udara melakukan perpindahan panas antara gas buang dengan udara pembakaran.
Pemanas udara yang mendinginkan udara gas buang untuk setiap 40°F (22°C) akan meningkatkan efisiensi ketel uap keseluruhan sekitar 1%.

Dengan pemanfaatan panas dari pembakaran gas buang udara akan semakin panas sehingga dapat menghemat kebutuhan bahan bakar yang dibutuhkan. Pemanas udara membutuhkan sejumlah besar permukaan perpindahan panas per unit panas yang dipulihkan karena perbedaan yang relatif kecil antara suhu gas buang dan suhu udara pembakaran.

Pemanas udara biasanya terletak di belakang ketel uap, di mana ia menerima gas buang panas dari economizer dan udara pembakaran dingin dari force draft fan. Udara panas yang dihasilkan oleh pemanas udara untuk meningkatkan pembakaran semua bahan bakar dan dibutuhkan untuk pengeringan bahan bakar seperti batu bara di ketel uap stoker. Pemanas udara biasanya merupakan perangkap panas terakhir di ketel uap.

Temperatur gas keluar pemanas udara harus lebih tinggi dari batas korosi internal AH dan peralatan hilir. Pemanas udara umumnya beroperasi dalam kisaran suhu 450-120°C di sisi gas dan 150-450°C di sisi udara. Desain dan pengoperasian pemanas udara harus mempertimbangkan sebagai berikut:

Kotoran pada pemanas udara

Fouling adalah pengendapan abu gas-entrained. Endapan pada suhu rendah terjadi karena kepatuhan abu pada permukaan yang dilembabkan dengan asam di ujung bawah pemanas udara. Penurunan tekanan meningkat seiring dengan bertambahnya ukuran endapan. Jika tidak dicentang, saluran gas menjadi semakin tersedak atau tersumbat. Meniup jelaga secara teratur dapat mengurangi fouling secara signifikan. Pencucian air offload dilakukan di banyak instalasi untuk menghilangkan endapan, karena kebanyakan larut dalam air.

Erosi dalam pemanas udara. 

Mempertahankan kecepatan gas konservatif adalah tindakan pencegahan tahap desain terhadap erosi sisi gas, terutama untuk bahan bakar berdebu. Kecepatan gas harus tinggi untuk menghemat di permukaan dan mengembangkan tata letak yang layak dan erosi harus diminimalkan. Biasanya erosi berada di pintu masuk ke bank di mana kecepatannya tertinggi, dan batas kecepatan maksimum harus diterapkan pada titik ini. Untuk pemanas udara tubular, adalah normal untuk memberikan barisan paling atas dengan tabung yang lebih tebal, misalnya pelindung erosi yang biasanya 3 mm. Perpindahan panas dalam tabung yang ditutupi dengan pelindung erosi menderita karena tidak ada kontak langsung antara tabung dan gas.

Pemanas udara membutuhkan sejumlah besar permukaan perpindahan panas per unit panas yang dipulihkan karena perbedaan yang relatif kecil antara suhu gas buang dan suhu udara pembakaran. Pemanas udara biasanya terletak di belakang ketel uap, di mana ia menerima gas buang panas dari economizer dan udara pembakaran dingin dari force draft fan. Udara panas yang dihasilkan oleh pemanas udara untuk meningkatkan pembakaran semua bahan bakar dan dibutuhkan untuk pengeringan bahan bakar seperti batu bara di ketel uap stoker.

ILMU TEKNIK : Perawatan dan Perbaikan Sistem Pengisian dengan Regulator IC pada Mobil Avanza K3VE

January 15, 2020 Add Comment

Komponen sistem pengisian yang bekerja menghasilkan arus untuk mengisi baterai yaitu alternator, pada alternator terdapat rotor coli, stator, slip rings, sikat arang, diode, dan regulator. Regulator merupakan salah satu komponen yang bekerja meregulasi tegangan yang masuk ke dalam baterai. Dalam sistem pengisian konvensional regulator yang digunakan yaitu tipe regulator kontak point sedangkan pada sistem pengisian Toyota Avanza K3VE menggunakan regulator tipe IC regulator. Saat ini, sistem pengisian yang lebih banyak digunakan yaitu yang menggunakan regulator IC.
Tentu saja penggunaan sistem pengisian dengan regulator IC pada mobil Avanza K3VE pasti ada alasannya.  Alasan tersebut tentu saja berhubungan dengan kelebihan dari regulator IC dibandingkan dengan regulator konvensional.


Adapun kelebihan dari sistem pengisian dengan regulator IC dibandingkan dengan sistem pengisian dengan regulator konvensional antara lain :
1. Tegangan dan arus  dihasilkan oleh sistem pengisian lebih stabil
2. Ukuran dari regulator IC lebih kecil sehingga dapat dijadikan satu dengan alternator
3. Rangkaian sistem pengisian lebih sederhana
4. Pada sistem pengisian dengan regulator IC tidak memerlukan penyetelan, berbeda    
     dengan regulator konvensional yang menggunakan kontak point. Penggunaan kontak
     point ini memerlukan penyetelan karena berkemungkinan dapat aus.
5. Ukuran alternator dapat dibuat lebih kecil untuk tegangan yang dihasilkan sama besar.
6. Diameter rotor lebih kecil guna meningkatkan kecepatan putaran alternator.
7. Lubang radiasi dibuat lebih banyak dan kipas pendingin dibuat berada di dalam
    alternator sebagai upaya mengoptimalkan proses pendinginan.

Perawatan dan Perbaikan Sistem Pengisian Toyota Avanza K3VE
Sistem pengisian harus dirawat dengan baik supaya arus listrik tidak mengalami gangguan selama digunakan. jika sistem pengisian tidak dirawat dengan baik akan muncul beberapa akibat, seperti:
·         Aki tidak terisi tetapi mesin dapat distarter. Hal ini karena:
1. Belt alternator kendor atau sudah aus.
2. Kabel alternator terkelupas atau putus.
3. Alternator rusak
4. Regulator tegangan rusak
5. Baterai rusak

·         Alternator berisik. Hal ini karena:
1. Belt alternator kendor atau sudah aus.
2. Flens puli alternator bengkok
3. Alternator rusak
4. Dudukan alternator kendor

·         Lampu atau sekering seringkali putus. Hal ini karena:
1. Sistem perkabelan ada yang rusak.
2. Alternator rusak
3. Aki rusak.

·         Lampu pengisian akan menyala, bila alternator tidak mengirimkan jumlah listrik yang normal. Ini terjadi kalau tegangan dari terminal N alternator kurang dari jumlah yang diperlukan.
·         Lampu indikator accu yang menyala terus saat mesin hidup adalah tanda terjadi masalah pada sistem pengisian. Penyebabnya bisa karena undercharge atau overcharge.

Pada prinsipnya pasokan dan kebutuhan listrik harus setara. Energi listrik yang dihasilkan alternator ini harus sesuai dengan beban listrik yang dipakai. Mobil umumnya mempunyai tegangan standar alternator 13 volt hingga 15,2 volt.
Pasokan listrik dari alternator tidak boleh di bawah atau di atas angka tersebut. Jika pasokan listrik di bawah angka standar, maka disebut undercharge. Sebaliknya, jika lebih dari 15,2 volt disebut overcharge. Bila dibiarkanundercharge , bisa berpotensi aki kekurangan listrik, sehingga mesin tidak dapat di starter.
Pasalnya untuk menstarter mesin dibutuhkan listrik yang besar. Sebaliknya, kondisi overcharge menyebabkan pasokan listrik dari alternator berlebih. Ini akan membuat dlam aki terjadi reaksi kimia yang berlebihan sehingga aki menjadi panas dan bertekanan tinggi. Oleh karena itu kedua kondisi ini harus dihindari.
Untuk mencegah agar tidak terjadi kerusakan pada system pengisian, kita juga harus melakukan perawatan pada system pengisian. Perawatan sistem pengisian meliputi beberapa hal, antara lain:
1.      Perawatan baterai
2.      Pemeriksaan V belt

  1. Perawatan Baterai
Perawatan baterai meliputi dua hal, yaitu:
           Membersihkan terminal baterai dari karat atau kotoran yang lain.
           Memeriksa jumlah dan berat jenis elektrolit.
  1. Pemeriksaan V belt
Pada sistem pengisian V belt berfungsi untuk meneruskan putaran mesin ke alternator. Apabila tegangan V belt kurang maka akan menyebabkan terjadinya slip sehingga kecepatan putaran alternator kurang dan akibatnya out put alternator kurang.
Penurunan tegangan V belt disebabkan oleh keausan V belt karena faktor usia atau perubahan penyetelan. Kerusakan yang terjadi pada V belt akibat dimakan usia, diantaranya: V belt aus, elastisitas menurun dan V belt menjadi pecah. apabila kerusakan pada V belt tidak diperhatikan maka terdapat kemungkinan V belt putus pada saat kondisi mesin hidup.

ILMU TEKNIK : Pengertian dan Kelebihan serta Kekurangan Sistem Pneumatik

January 14, 2020 Add Comment

Pengertian Pneumatik

Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbang-an. Orang pertama yang dikenal dengan pasti telah menggunakan alat pneumatik adalah orang Yunani bernama Ktesibio. Dengan demikian istilah pneumatik berasal dari Yunani kuno yaitu pneuma yang artinya hembusan (tiupan). Bahkan dari ilmu filsafat atau secara philosophi istilah pneuma dapat diartikan sebagai nyawa. Dengan kata lain pneumatik berarti mempelajari tentang gerakan angin (udara) yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga dan kecepatan.
                              


            Pneumatik merupakan cabang teoritis aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai (device) dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat. Udara yang dimampatkan adalah udara yang diambil dari udara lingkungan yang kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam tempat yang ukurannya relatif kecil.
Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu gaya atau suatu gerakan. Dalam pengertian yang lebih sempit pneumatik dapat diartikan sebagai teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam pengertian teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukuran, pengaturan, pengendalian, penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya dan penggeraknya dari udara mampat. Dalam penggunaan sistem pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai fluida kerja dalam arti udara mampat sebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga.

            Adapun ciri-ciri dari para perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain, adalah sebagai berikut :
1.       Sistem pengempaan, yaitu udara disedot atau diisap dari atmosphere kemudian dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu (sesuai dengan yang diinginkan). Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu udara menjadi naik.
2.       Pendinginan dan penyimpanan, yaitu udara hasil kempaan yang naik suhunya harus didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke obyek yang diperlukan.
3.       Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk berekspansi dan melakukan kerja ketika diperlukan.
4.       Pembuangan, yaitu udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosphere (dibuang).

Keuntungan Menggunakan Pneumatik

            Penggunaan udara kempa dalam sistim pneumatik memiliki beberapa keuntungan antara lain dapat disebutkan berikut ini :
a.       Ketersediaan yang tak terbatas, udara tersedia di alam sekitar kita dalam jumlah yang tanpa batas sepanjang waktu dan tempat.
b.       Mudah disalurkan, udara mudah disalurkan/pindahkan dari satu tempat ke tempat lain melalui pipa yang kecil, panjang dan berliku.
c.       Fleksibilitas temperatur, udara dapat fleksibel digunakan pada berbagai temperatur yang diperlukan, melalui peralatan yang dirancang untuk keadaan tertentu, bahkan dalam kondisi yang agak ekstrem udara masih dapat bekerja.
d.       Aman, udara dapat dibebani lebih dengan aman selain itu tidak mudah terbakar dan tidak terjadi hubungan singkat (kotsleiting) atau meledak sehingga proteksi terhadap kedua hal ini cukup mudah, berbeda dengan sistim elektrik yang dapat menimbulkan kostleting hingga kebakaran.
e.       Bersih, udara yang ada di sekitar kita cenderung bersih tanpa zat kimia yang   berbahaya dengan jumlah kandungan pelumas yang dapat diminimalkan sehingga sistem pneumatik aman digunakan untuk industri obat-obatan, makanan, dan minuman maupun tekstil
f.        Pemindahan daya dan Kecepatan sangat mudah diatur. udara dapat melaj dengan kecepatan yang dapat diatur dari rendah hingga tinggi atau sebaliknya. Bila Aktuator menggunakan silinder pneumatik, maka kecepatan torak dapat mencapai 3 m/s. Bagi motor pneumatik putarannya dapat mencapai 30.000 rpm, sedangkan sistim motor turbin dapat mencapai 450.000 rpm.
g.       Dapat disimpan, udara dapat disimpan melalui tabung yang diberi pengaman terhadap kelebihan tekanan udara. Selain itu dapat dipasang pembatas tekanan atau pengaman sehingga sistim menjadi aman.
h.       Mudah dimanfaatkan, udara mudah dimanfaatkan baik secara langsung missal untuk membersihkan permukaan logam dan mesin-mesin, maupun tidak langsung, yaitu melalui peralatan pneumatik untuk menghasilkan gerakan tertentu.

Kerugian / kelemahan Pneumatik


            Selain memiliki kelebihan seperti di atas, pneumatik juga memiliki beberapa
kelemahan antara lain:
a.       Memerlukan instalasi peralatan penghasil udara. Udara kempa harus dipersiapkan secara baik hingga memenuhi syarat. memenuhi kriteria tertentu, misalnya kering, bersih, serta mengandung pelumas yang diperlukan untuk peralatan pneumatik. Oleh karena itu sistem pneumatik memerlukan instalasi peralatan yang relatif mahal, seperti kompressor, penyaring udara, tabung pelumas, pengeering, regulator, dll.
b.       Mudah terjadi kebocoran, Salah satu sifat udara bertekanan adalah ingin selalu menempati ruang yang kosong dan tekanan udara susah dipertahankan dalam waktu bekerja. Oleh karena itu diperlukan seal agar udara tidak bocor. Kebocoran seal dapat menimbulkan kerugian energi. Peralatan pneumatik harus dilengkapi dengan peralatan kekedapan udara agar kebocoran pada sistim udara bertekanan dapat ditekan seminimal mungkin.
c.       Menimbulkan suara bising, Pneumatik menggunakan sistim terbuka, artinya udara yang telah digunakan akan dibuang ke luar sistim, udara yang keluar cukup keras dan berisik sehingga akan menimbulkan suara bising terutama pada saluran buang. Cara mengatasinya adalah dengan memasang peredam suara pada setiap saluran buangnya.
d.       Mudah Mengembun, Udara yang bertekanan mudah mengembun, sehingga sebelum memasuki sistem harus diolah terlebih dahulu agar memenuhi

ILMU TEKNIK : Maintenance of Cooling Tower Units

January 13, 2020 Add Comment
There are several treatments that are carried out after carrying out daily and monthly monitoring which includes:

A Care Cooling Tower Unit

The treatments of the Cooling Tower unit include:
Periodic checking of tension belt fans per month
Dirt cleaning when clogging occurs in the upper basin, distribution filler or filler. Clogging can interfere with the cooling process
Cleaning the dust, mud, and dirt in the lower basin periodically per month, and controlling the floating valve
Regular filler cleaning per month
Keep the cooling tower area clean from waste such as plastic, leaves, and others

B. Cooling Water Treatment

The treatments for cooling water or water treatment carried out include
Conduct routine water treatment (daily) with chemicals to control crust, corrosion and mold or bacteria. Conduct blowdown regularly and routinely to prevent cooling water from becoming saturated

C. Addition of Water Supply (Makeup Water)

When the cooling tower is operating, there will be evaporation from the water cooling supply and additional water or feed water is needed. To get decent feed water, consider several things, namely:
  • Submit ait
  • Ait parameter content
  • Water discharge

To achieve certain requirements inadequate handling of feed water will result in deposits or crust, silica and grass sediment. The standard requirement for makeup cooling water tower is the amount of makeup water is the amount of blowdown water plus evaporated water or for easier access to the maximum level of water in the cooling tower.


D. Chemical Addition

The addition of chemicals is done aiming to control, moss, regulate the acidity of the cooling water. The concentration of rust-preventing and anti-organism chemicals must be maintained. Therefore the dosing pump must always be in operational condition and chemicals must not be poured manually into the water basin in the cooling tower. The type of chemical used in the cooling tower unit is

a. Applied 4-979 (scale and corrosion inhibitor)
Used to reduce the potential for corrosion, remove scale on the tube in the condenser, this chemical is poured into the dosing pump

b. Applied 3-409 (moss cleaner)
Used to remove moss attached to the cooling tower and condenser tube

c. Applied 2-840 (acidity regulator or ph control)
Used to control the pH level of acidity of the water to keep it in standard conditions

d. Applied 2-571 (IT mil-etch-cleaner)
Used to clean the evaporator, but because the chemicals are too hard it can cause the evaporator fins to become damaged. So what is used today is liquid detergent.

e. Applied 5-871 (for descale)
Used for the condenser scale descaling process or descale process.

ILMU TEKNIK : How to Work a Water-Cooled Chiller in a Hotel

January 12, 2020 Add Comment
The workings of this water-cooled chiller can be divided into two namely the primary refrigerant side and the secondary refrigerant side. From the side of the primary refrigerant, there is refrigerant compressed so that the pressure rises, then the high-pressure refrigerant at the beginning goes to the condenser, in the heat in the cooler from the environment cooled in the water chiller is assisted by the cooling tower. Where in this process using a secondary refrigerant that is air.



The water will be flowed into the condenser to absorb heat from the condenser, then the hot air will be flowed into cooling to be cooled by contacting it directly with air equipped with convection using a fan. To circulate this air aided by a cooling water circulation pump. Furthermore, the refrigerant that has cooled and improved the condensation process will flow to the expansion device. The expansion device used is a type of tertnostatic expansion. The refrigerant expansion valve will reduce the pressure which will also reduce the temperature down.

Then the refrigerant will flow to the evaporator, in the evaporator, the refrigerant absorbs heat from the media to be cooled where the cooled here is air. Water that has been cooled by the evaporator will be flowed to the AHU and FCU by a cold water circulation pump. In AHU and FCU the cold water will enter the cooling coil and then it will be blown by the blower so cold air from the air will be channeled out of the room through the ducting channel. Furthermore, the water from the coil will flow again to the evaporator to be cooled again. The refrigerant that has absorbed heat from the air will convert the phase into gas and flow back to the compressor for the compressor so that it continues for the system to work.

So that the room temperature is maintained, the temperature of the air and refrigerant must be following the desired room temperature. In this water chiller temperature settings as shown below.

It can be recommended for CHW IN (water chiller inside) to be kept not more than 15°C. For CHW OUT and EVAP REF so that the range is kept less than 4°C. Then CDW IN (deep condenser water) is kept not more than 30°C For CDW OUT and the COND REF range is kept not more than 3°C