Loading...

ILMU BOILER : Pengertian dan Cara Kerja Boiler Secara Lengkap namun Mudah Dipahami

November 11, 2019 Add Comment

Pengertian Boiler


          Boiler atau ketel uap merupaka tempatyang di dalamnya berisi air atau fluida lain untuk dipanaskan. Energi panas dari fluida tersebut selanjutnya digunakan untuk berbagai macam keperluan, seperti untuk turbin uap, pemanas ruagan, mesin uap, dan lain sebagainya. Secara proses konversi energi, boiler memilik fungsi untuk mengkonversi energi kimia yang tersimpan di dalam bahan bakar menjadi energi panas yang tertransfer ke fluida kerja.

Gambear. Boiler Tipe Pipa Api (Fire Tube Boiler)

          Bejana bertekanan pada boiler umumnya menggunakan bahan baja dengan   spesifikasi tertentu yang telah ditentukan dalam standard ASME (The ASME Code Boilers), terutama untuk penggunaan boiler pada industri-industri besar. Menurut sejarah sudah ada berbagai macam jenis material digunakan sebagai bahan baku pembuatan boiler seperti tembaga, kuningan, dan besi cor. Namun bahan-bahan tersebut sudah lama ditinggalkan karena alasan ekonomis dan juga ketahanan material yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan industri.

          Panas yang dlberikan kepada fluida di dalam boiler berasal dari proses pembakaran dengan berbagai macam jenis bahan bakar yang dapat digunakan, seperti
solar/minyak bumi, dan gas. Dengan adanya kemajuan teknologi energi nuklir juga digunakan sebagai sumber panas pada boiler.

          Boiler merupakan jenis pesawat yang diatur dalam undang-undang uap tahun 1930 dan peraturan pemerintah yang mengatur tentang keselamatan dan pemakaian pesawat uap. Pesawat uap menurut undang-undang ini adalah ketel uap (boiler). Dalam undang-undang ini dimaksud boiler (ketel uap) adalah :

  • Suatu pesawat yang digunakan untuk menghasilkan uap yang diperlukan di luar pesawatnya.
  • Ketel uap dan alat-alat lainnya, sesuai dengan peraturan pemerintah yang sudah ditetapkan lansung atau tidak langsung tersambung dangan suatu ketel uap dan diperlukan bekerja dengan tekanan yang lebih tinggi dari pada tekanan udara luar.
  • Ketel uap yang tekanannya ditimbulkan oleh uap lebih besar dari 0,5 kg/cm dari tekanan udara luar


Prinsip Kerja Boiler


          Energy kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan. temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut system boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari system boiler dimanfaatkan dalam proses memanaskan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dimanfaatkan ke dalam proses industry dengan bantuan heat recovery boiler (penyimpanan panas boiler).


Gambar. Tanki Air Umpan ( Feed Water Tank )

          System boiler terdiri dari system air umpan (Water Feed System), system steam, dan system bahan bakar. System air umpan menyediakan air boiler secara otomatis sesuai dengan   kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan perbaikan  dari system air umpan, penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi kerusakan dari system steam. System steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui system pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan system, tekanan steam diatur mengguanakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan (pressure gauge). System bahan bakar adalah semua  peralatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan..



CHECK PLAGIARISM


ILMU MESIN : Teknik-Teknik dan Cara Pelapisan Logam

November 07, 2019 4 Comments
Pelapisan logam merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memberikan sifat tertentu pada suatu permukaan benda kerja, dimana diharapkan benda tersebut akan mengalami perbaikan terhadap sifat fisiknya. Pelapisan logam merupakan bagian akhir dari proses produksi dari suatu produk. Proses tersebut dilakukan setelah benda kerja mencapai bentuk akhir atau setelah 6 proses pengerjaan mesin serta penghalusan terhadap permukaan benda kerja yang dilakukan (Azhar, 1999). Adapun fungsi dan tujuan dari pelapisan logam adalah:
  1. Melindungi logam dari korosi.
  2. Melindungi logam besar dengan logam mulia, misalnya pelapisan besi dan logam
  3. Memperbaiki tampak rupa (dekorasi) misalnya pelapisan emas, perak, kuningan, dan tembaga.
  4. Meningkatkan ketahanan produk terhadap gesekan (abrasi), misalnya pelapisan
  5. Memperbaiki kehalusan/bentuk prmukaan dan toleransi logam dasar, misalnya pelapisan nikel, chromium dan Iain-lain.
  6. Elektroforming yaitu membentuk benda kerja dengan cara endapan.
Teknik Elektroplating
(www.flickr.com)

Teknik Pelapisan logam

Teknik pelapisan merupakan teknik perlindungan logam yang berhubungan dengan teknik pelapisan logam berdasarkan reaksi elektrokimia dengan menggunakan meterial pelapis logam maupun non logam.

Teknik pelapisan logam dengan logam dapat dilakukan dengan tiga metode yaitu :


Pelapisan logam dengan cara listrik (elektroplating) pelapisan secara listrik (elektroplating) adalah proses pelapisan logam yang menggunakan arus listrik searah (DC) melalui metode elektrolisa. Lapis listrik memberikan suatu perlindungan logam memanfaatkan logam-logam tertentu sebagai lapis lindung atau korban misalnya copper, nickel, zinc, chromium, emas, perak, kuningan, perunggu dan lain sebagainya (Kaban, dkk., 2010). Beberapa contoh pelapisan logam yang dilakukan dengan metode elektroplating antara lain :

  • Pelapisan Tembaga
Pelapisan tembaga merupakan pelapisan yang disebut pelapisan pendahuluan sebelum dilakukan pelapisan selanjutnya, yang tebalnya berkisaran 1-3 mikron. Bila mana logam yang dilapisi terbuat dari baja ( dan paduannya ), biasanya pelapisan perantara perlu dilakukan. Sedangkan untuk logam yang dilapisi tembaga (dan paduannya), tidak perlu dilakukan karena unsur tembaga sudah ada. Pelapisan tembaga banyak digunakan antara lian untuk memperoleh lapisan logam, dengan tujuan antara lain:
  1. Sebagai lapisan prantara (dasar/strike)
  2. Sebagai lapisan dengan daya hantar panas dan arus listrik yang baik
Pelapisan Nickel pelapisan Nickel merupakan pelapisan lanjutan dari lapisan tembaga dan diakhiri dengan lapisan seperti chromium, emas dan Iainnya. Tebal lapisan nickel biasanya ditingkatkan sampai 20 mikron. Proses pelapisan nikel terjadi karena adanya perpindahan ion-ion logam nickel dari anoda dan ion-ion nickel didalam larutan secara kontiyu sesuai dengan arus listrik yang dialirkan. Ionion tadi mengendap pada katoda dan membentuk suatu lapisan nickel pada permukaan bahan yang akan dilapis. 

  • Pelapisan Chromium 

 
Lapisan Chromium pada Mesin Yamaha RX-King
(source: www.pinterest.com)

Pelapisan Chromium merupakan lapis lindung atau pengerjaan permukaan (surface treatment/metal finishing) pada tahun 1930 dan merupakan lapisan yang mempunyai sifat-sifat yang keras, warna putih kebiru-biruan, tahan korosi, tidak berubah warna terhadap pengaruh cuaca dan tahan terhadap efek kekusaman yang tinggi.

Pelapisan logam dengan cara celup panas (hot dip)

Pelapisan secara celup panas adalah suatu proses pelapisan dimana logam pelapis dipanaskan hingga mencair/meleleh, kemudian logam yang akan dilapis disebut logam yang disebut logam dasar dicelupkan kedalam logam cair tersebut, sehingga pada permukaan logam dasar akan terbentuk lapisan berupa paduan (alloying) antara logam pelapis dan logam dasar dalam bentuk ikatan metalurgis yang kuat dan tersusun secara belapis-lapis yang disebut fasa (Azhar, 1999). 

Pelapisan logam dengan cara semprot (metal sparaying)

Proses pelapisan logam dengan semprot (metal spraying) adalah suatu proses pelapisan logam dengan cara penyemprotan pratikel-pratikel halus dari logam cair atau bukan dengan disertai gas bertekanan tinggi dan panas pada logam yang akan dilapisi/logam dasar (Azhar, 1999).

Proses Pengerjaan Persiapan untuk Pelapisan Logam

Sebelum proses pelapisan dilakukan, permukaan benda kerja yang akan dilapisi harus dalam kondisi benar-benar bersih, bebas dari bermacam-macam pengotor. Hal ini mutlak agar bisa didapat hasil lapisan yang baik. Untuk mendapatkan kondisi seperti tersebut perlu dilakukan pengerjaan pendahuluan dengan tujuan sebagai berikut :
  1. Menghilangkan semua penggotor yang ada di permukaan benda kerja seperti pengotor organik, anorganik/oksida dan lain-lainnya.
  2. Mendapatkan kondisi fisik benda kerja yang lebih baik.
Teknik pengerjan persiapan ini tergantung dari pengotornya, tetapi secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
  • Pembersihan Secara Mekanik
Pengerjaan ini bertujuan untuk menghapuskan permukaan dan menghilangkan goresan-goresan serta geram-geram yang masih melekat pada benda kerja. biasanya untuk menghilangkan goresan-goresan dan geram-geram tersebut dilakukan dimesin gerinda, sedangkan penghalusannya dilakukan dengan proses bumng. Prinsipnya sama dengan mesin gerinda, tetapi roda/wheel polesnya yang berbeda yaitu terbuat dari bahan katun, kulit, laken dan sebagainya. Selain dari pengerjaan seperti tersebut diatas, kadang-kadang diperlukan proses Iain misalnya brushing, brigthening dan Iain sebagainya.
 
  • Pembersihan / pencucian dengan pelarut (solvent)
Proses ini bertujuan untuk membersihkan lemak, minyak, garam dan kotoran-kotoran Iainnya dengan menggunakan pelarut organik. Pembersihan dilakukan dengan cara vapour degreasing yaitu proses pembersihan dengan pelarut yang tidak mudah terbakar. Prinsipnya, benda kerja diuapkan dengan pelarut tersebut dalam keadaan panas, kemudian kotoran akan mengembun atau menguap karena adanya reaksi dari bahan pelarut. Proses pembersihan pada temperatur kamar menggunakan pelarut organik, tetapi dilakukan pada tempratur kamar dengan cara dioleskan.
 
  • Pembersihan / Pencucian Dengan Alkalin (Degreasing)
Pekerjaan ini bertujuan untuk membersihkan benda kerja dari lemak atau minyak-minyak yang menempel. Pembershan ini perlu sekali, karena lemak maupun minyak akan mengganggu pada proses pelapisan, karena mengurangi kontak antara lapisan dengan logam dasar / benda kerja. Pencucian dengan alkalin digolongkan dalam dua cara yaitu dengan cara biasa (alkalin degreasing) dan dengan cara elektro (elekrolitic degreasing). Pembersihan secara biasa adalah merendamkan benda kerja kedalam larutan alkalin dalam keadaan panas selama 5—10 menit. Lamanya Perendaman harus disesuaikan dengan kondisi permukaan benda kerja. Seandanya lemak atau minyak yang menempel lebih banyak, maka diajukan lamanya perendaman ditambah hingga permukaan bersih dari noda-noda tersebut. Pembersihan secara elektro bertujuan selain akan didapatkan hasil pembersihan yang lebih bersih juga meningkatkan kecepatan pencucian dengan lempengan karbo. Bila benda kerja yang akan dibersihkan ditempatkan pada arus listrik positif, maka prosesnya disebut. Anoda clening/degreasing, begitu pula sebaliknya.

  • Pembersihan / Pencucian Dengan Asam (Pickiing)
Pencucian dengan asam adalah bertujuan untuk membersihakan benda kerja dari oksida atau karat dan sejenisnya secara kimia melalui perendaman. Larutan asam ini terbuat dari pencampuan air bersih dengan asam antara lain :
  1. Asam klorida (HCI)
  2. Asam sulfat (H2S04)
  3. Asam sulfat dan asam fluorida (HF)
Reaksi proses pickling sebetulnya adalah proses elektro kimia dalam sel galvanis antara logam dasar (anoda) dan oksida katoda. Gas 1-12 yang timbul dapat mereduksi ferrioksida menjadi ferro oksida yang mudah larut. Dalam reaksi ini biasanya diberikan indikator agar reaksi tedak terlalu cepat dan menghasilkan pembersihan yang merata. Pada benda kerja dari besi/baja cor yang masih mengandung pasir maka pelarut yang digunakan asam sulfat dan asam fluorida. 

CHECK PLAGIARISM


ILMU REFRIGERASI : Cara Merawat dan Membersihkan Kulkas yang Paling Mudah namun Benar

October 18, 2019 5 Comments

Cara Merawat Kulkas 



Hal-HaI yang Harus dilakukan Ketika Kulkas Masih Baru

  1. Bersihkan dengan saksama kulkas Anda dari debu meskipun masih 
  2. Segera pasang perlengkapannya, seperti raki kotak es, dan lainlain pada tempatnya. 
  3. Hindari lokasi yang lembab maupun terkena sengatan matahari langsung. 
  4. Berilah jarak 1 inci atau lebih dari dinding, 10 inci atau lebih jarak dari bagian atasnya, dan minimal 2,5 cm dari lantai. Hal tersebut bermanfaat bagi sirkulasi udara pada kulkas Anda. 
  5. Sebaiknya hubungan listrik kulkas melalui stop kontak tunggal karena mencegah alat listrik lain maupun lampu rumah Anda dari beban yang dapat membuat listrik turun. 
  6. Saat pertama kali digunakan, putar pengatur suhu pada posisi 1. Biarkan kulkas Anda beroperasi tanpa beban selama 2-3 jam untuk menstabilkan suhu operasinya. Jika pengoperasian tersebut terganggu/terputus karena listrik, maka tunggulah 5 menit sebelum Anda menyalakan kembali. 

Cara Menyimpan Makanan dalam Kulkas



  • Jangan menyimpan makanan yang mudah busuk (buah dan sayuran) pada evaporator/tempat membuat es.
  • Jangan memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas karena dapat menyerap listrik lebih banyak dan tentunya bisa membuat rekening listrik bertambah besar.
  • Jangan menyimpan botol kaca berisi air pada evaporator karena botol tersebut dapat pecah saat membeku.
  • Untuk makanan yang memiliki bau yang tajam sebaiknya diletakkan  Untuk makanan yang memiliki bau tajam sebaiknya diletakkan dalam tempat yang tertutup/terbungkus rapat agar tidak mencemari makanan lain.
  • Perhatikan lama penyimpanan makanan dalam kulkas. Untuk buah dan sayuran segar biasanya 3-4 hari, arbei dan anggur 1-2 hari, ikan segar 1-2 hari, daging potong segar 4-5 hari, susu dan krim 3-7 hari telur 2 minggu, keju keras kurang lebih 1 bulan sedangkan rninuman sesuai dengan tanggal kedaluwarsanya. 

Cara Membersihkan Kulkas

  • Sebaiknya bersihkan kulkas Anda secara teratur untuk mencegah timbulnya bau. 
  • Sebelum membersihkan dianjurkan untuk melepas daulu sakelar listrik dan keluarkan seluruh makanan. 
  • Segera lap tumpahan makanan karena dapat mengotori permukaan plastik secara permanen. 
  • Jangan membersihkan permukaan dengan keset, sikat, dan pembersih kasar sejenis serta larutan alkali. 
  • Jangan menyentuh permukaan yang beku dengan kain yang basah dan kotor karena basah dan kotor akan mudah melekat di permukaan yang beku. 
  • Untuk membersihkan bagian luar dan gasket pintu magnetis, gunakan larutan busa sabun lunak atau detergen yang hangat kuku, basuh dengan kain lap basah lalu keringkan. 

Cara Merawat Evaporator

  1. Jangan sekali-kali menggunakan benda tajam ataupun logam mengambil es maupun kotak es pada evaporator.
  2. Sebaiknya Anda perlu melakukan peleburan bunga es secara teratur (bunga es sebelum tebalnya melebihi 2 cm) agar kulkas selalu beroperasi dengan efisien. 
  3. Untuk melakukan peleburan bunga es tekanlah tombol untuk peleburan/defrosting dan tidak perlu mencabut sakelar listrik. 

Perawatan Harian

  1. Segera bersihkan tumpahan makanan, sebelum tumpahan makanan tersebut menjadi kering. 
  2. Biasakan untuk membersihkan terlebih dahulu bekas selai, sirup atau kecap yang menempel di tutup atau botol, sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Hendaknya semua wadah penyimpanan yang akan dimasukkan ke dalam kulkas sudah dalam keadaan bersih. 
  3. Periksa bahan makanan yang sudah mulai membusuk dan segera buang. 
  4. Bila ingin mencairkan daging dari freezer di chiller, biasakan menempatkan daging di atas mangkuk atau piring cekung agar lelehan air bekas daging tidak mengotori chiller. 

Perawatan Mingguan

  • Lap pintu dan atas kulkas termasuk pinggirannya dengan kain yang dibasahi dengan campuran air dan sedikit cairan pencuci piring yang ringan. Lap tidak perlu basah, cukup lembap saja. Lap seluruh bagian kulkas dengan seksama. 

Perawatan Enam Bulanan

  • Matikan listrik kulkas Anda. Kosongkan semua isi dan keluarkan rakrak untuk dicuci dan dibersihkan secara saksama. Jangan lupa cek bak penampungan air di bagian belakang kulkas Anda. 

ILMU GAMBAR : Bagian-Bagian Etiket atau Kolom Gambar

September 28, 2019 3 Comments

Untuk memudahkan dalam pemeriksaan dan juga untuk memberikan keterangan-keterangan yang lebih jelas, maka setiap gambar teknik mesin yang sudah selesai digambar haruslah memakai kepala gambar yang ditempatkan sebelah sudut kanan bawah,pada kepala gambar ini dibedakan menjadi dua bagian, dimana pada bagian yang pertama dinamakan “Kolom Nama” dan yang kedua dinamakan “Nama Bagian”. Untuk kolom nama posisinya tidak dapat dipindahkan dan sekali ditempatkan pada sudut kanan bawah yang terdiri dari beberapa nama yaitu :

Ø  KOLOM PROYEKSI. Jika orang tehnik atau orang-orang yang berada diindustri permesinan, maka dengan melihat kolom proyeksi yang telah tergambar simbol proyeksinya, apakah simbol proyeksi Amerika atau Eropa.

Ø  SKALA. Untuk memudahkan dalam penggambaran dan juga untuk menghemat ruang gambar, maka gambar tersebut harus diskala apakah tetap, diperbesar atau diperkecil. Misalnya dituliskan pada kolomnya skala 1 : 1 atau 1 : 2 dan sebagainya.

Ø  SATUAN. Kolom satuan ini gunanya untuk menunjukkan, bahwa gambar tersebut memakai satuan apa. Pada umumnya dalam  gambar tehnik mesin memakai satuan melimeter, maka pada kolom itu haruslah ditulis mm.

Ø  TANGGAL. Untuk setiap gambar yang sudah dibuat harus diberi tanggal. Tanggal yang diisikan pada kolom adalah tanggal pada waktu pembuatannya serta diberi bulan dan tahun.

Ø  DIGAMBAR. Setiap gambar ynag sudah dibuat atau digambar maka nama orang yang menggambarnya haruslah dicantumkan maksudnya untuk memudahkan dalam pemeriksaan dan memberikan penjelasan-penjelasan apabila gambar  yang telah dibuat  terdapat kesalahan-kesalahan.

Ø  TINGKAT. Didalam hal nama kemungkinan besar akan timbul nama-nama yang sama sehingga akibatnya akan sedikit mendapat kesulitan, maka dari itu selain nama perlu ada identitas yang lain misalnya tingkat I atau II atau nomor pokok (NRP).

Ø  DILIHAT. Kolom ini gunanya untuk memberikan penjelasan, bahwa gambar yang sudah digambar itu akan dilihat oleh siapa, maka pada kolom ini nama orang yang akan melihatnya atau memeriksanya harus dicantumkan.

Ø  NAMA GAMBAR. Untuk semua gambar yang telah dibuat maka haruslah diberi nama yang jelas. Maksudnya apabila dari gambar-gambar yang akan diproduksi akan memudahkan dalam mencari gambar itu sendiri.

Ø  NOMOR GAMBAR (NO.GB) Selain nama gambar yang jelas maka harus juga diberi nomor gambar, jadi nomor keberapa dibuat, (misalnya kita sudah membuat tugas ke dua dengan mencantumkan format,  II atau 2).

Ø  NAMA DEPARTEMEN /PERG. TINGGI/PRSH, Dari instansi mana gambar tersebut dibuat. misalnya nama suatu perusahaan. (PT.PAL), Perguruan Tinggi (PNB) dan sebagainya.

Ø  KOLOM UKURAN KERTAS. Dalam kolom kertas ini yang dicantumkan adalah format kertasnya. Misalnya  A0, A1, A3 dan seterusnya.

Untuk kolom nama bagiannya bisa ditempatkan diatas kolom nama itu sendiri atau dibagian sudut kanan atas kertas apabila memungkinkan tempatnya. Jadi pada kolom bagian ini terdiri dari beberapa kolom yaitu :

Ø  KOLOM NOMOR. Untuk menunujukkan nomor-nomor bagian (detail) dari suatu unsur mesin yang tertera pada gambar konstruksi.

Ø  KOLOM JUMLAH. Gunanya untuk memberikan keterangan berapa jumlah bagian gambar mesin yang akan diproduksi dari masing-masing nomor bagian tersebut.

Ø  NAMA BAGIAN. Selain pemberian nomor bagian dan jumlah maka nama bagian sangatlah penting untuk menghindari kekeliruan dengan bagian yang lain pada saat produksi dan perakitan nanti.

Ø  KOLOM BAHAN. Gunanya untuk memberikan keterangan dari bahan apa komponen mesin yang digambar itu dipakai misalnya. ST37, aluminium atau besi cor dan sebagainya.

Ø  NORMALISASI, Dikolom ini memberikan petunjukan ukuran-ukuran yang standar atau yang ada ukuran – ukuran yang khusus tentang normalisasinya.

Ø  KETERANGAN,.Pada kolom ini gunanya untuk memberikan penjelasan-penjelasan atau catatan yang lainnya bila dianggap perlu.

TEST PLAGIARISM


ILMU GAMBAR: Macam-Macam Proyeksi yang digunakan Oleh Anak Teknik

September 28, 2019 2 Comments



Pada gambar mesin dikenal beberapa metode proyeksi yang meliputi :


Aksonometrik, Miring, Perspektif, dan Orthografik. Dari proyeksi tersebut yang paling umum atau dominan digunakan adalah proyeksi Orthografik 

1.1. Proyeksi Aksonometrik 

Jika sebuah benda disajikan dalam proyeksi Ortogonal seperti tampak pada Gambar. 1.1, hanya sebuah bidang saja yang tergambar pada bidang proyeksi.. Seandainya bidang-bidang atau tepi-tepinya diputar atau dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka dua dan tiga muka dari benda itu akan terlihat serentak, cara demikian disebut proyeksi Aksonometrik. Dimana ada tiga proyeksi Aksonometrik yaitu : Isometri, Dimetri,dan Trimetri. 


A. Isometri 

Sistem ini digunakan untuk cara penggambaran benda-benda yang sederhana, dalam hal menggambar teknik mesin. Agar lebih mudah dan cepat dimengerti misalnya bangun kubus atau unsur-unsur mesin yang bentuknya sederhana. Cara pelaksanaan-nya dalam membuat gambar-gambar dengan system proyeksi ini yang pertama adalah membuat satu sumbu yang tegak lurus pada bidang datar dan yang kedua membuat satu sumbu yang membentuk sudut 30 0 terhadap bidang datar, dan untuk semua garis yang berada pada gambar tersebut harus digambar tetap sesuai dengan ukuran sebenarnya atau tetap digambar menurut skala 1 : 1 seperti Gb.1.2 . 

B. Dimetri 

Pada dimetri ini sudut-sudutnya pada sumbu tertentu dibuat 7o dan 42o, dimana sumbunya dibuat 7o terhadap bidang datar dan sumbu yang satunya lagi dibuat 42o terhadap bidang datar. 
Untuk pembuatan garis-garis yang menuju ke arah sudut 42o harus digambarkan setengahnya atau diperkecil dan untuk yang menuju kearah sudut 7o digambarkan menurut skala 1 : 1 dapat dilihat pada Gb. 1.3. 








C. Trimetri 
Pada gambar trimetri ada sedikit perbedaan yaitu mengenai sudut –sudutnya, dalam gambar trimetri untuk sumbu yang pertama tetap dibuat tegak lurus terhadap bidang datar dan untuk sumbu-sumbu yang lainnya dibuat sudut 5 o dan sudut 18 o, dan juga untuk menggambarkan garis-garisnya yang menuju ke arah vertikal haruslah digambar tetap menurut skala 1 : 1, dan untuk yang menuju kearah sudut 18 o harus digambarkan menurut skala 1 : 2, untuk sumbu lainnya yang menuju kearah sudut 5 o digambarkan menurut skala 9 : 10, dimana skala perpendekan dari tiga sisi dan tiga sudut tidak sama, dan ini di sebut proyeksi trimetri seperti Gb. 1.4. 


Untuk harga-harga dari sudut dan skala perpendekan dari proyeksi aksonometri dapat dilihat pada tabel sudut proyeksi dan skala perpendekannya lihat tabel. 1.1. 

1.2. Proyeksi Miring

Proyeksi miring adalah semacam proyeksi sejajar, tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. Pada proyeksi ini bendanya dapat diletakkan sesukanya, tetapi biasanya permukaan depan dari benda diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal dengan demikian bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya. 

Sudut yang menggambarkan kedalamnya 30 o, 45 o atau 60 o terhadap sumbu horizontal. Sudut-sudut ini disesuaikan dengan segi tiga yang dipakai mempunyai sudut-sudut 30 o , 45 o dan 60 o pula (pada Gb.1.5). 



1.3. Proyeksi Perspektif 

Dalam proyeksi perspektif ini garis proyeksi atau garis visualnya bertemu disebuah titik (kovergen), seperti gambar. 1.6. 

Penggambaran pada bidang gambar transparan dapat dianggap tampang yang akan dilihat oleh suatu mata yang ditempatkan pada sebuah titik tertentu dalam ruang dimana gambar ditetapkan pada bidang imajiner oleh titik yang menusuk dalam garis proyeksi dari mata ke obyek. 

Proyeksi perspektif ini jarang dipergunakan pada gambar kerja mesin, sebab tampang perspektif tidak mengungkapkan ukuran bentuk dan bentuk yang eksak, tapi banyak dipakai pada teknik sipil dan arsitektur. 



1.4. Proyeksi Orthografik 

Pada gambar mesin yang paling teristimewa digunakan untuk gambar kerja mesin adalah proyeksi orthografik. Penerapannya praktis dan metode proyeksi ini menguraikan suatu obyek menghasilkan gambar yang terdiri dari sejumlah tampang yang disusun secara sistematis dan yang meniru bentuk eksak obyeknya, dimana benda diproyeksikan dari beberapa muka disebut “ Proyeksi Orthografik” yang berarti : 

  • Orthos berarti lurus, benar atau tegak lurus 
  • Graphikus (grafik) yang berarti menulis, melukis atau menggambar dengan garis. 

Sehingga proyeksi orthografik merupakan “Semua garis proyeksi sejajar terhadap satu sama lain dan tegak lurus terhadap bidang dimana benda tersebut diproyeksikan”. 

Sistem proyeksi dapat dilakukan dengan sistem kwadran, dimana bidang-bidang proyeksi yang paling banyak di pergunakan adalah bidang horizontal dan bidang vertikal seperti Gb. 1.7. Bidang-bidang utama ini membagi seluruh ruang dalam empat kwadran. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan didepan bidang vertikal disebut “Kwadran Pertama”. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan dibelakang bidang vertikal disebut “Kwadran Kedua”. 

“Kwadran Ketiga” adalah bagian ruang yang terletak dibawah bidang horizontal dan didepan bidang vertikal dan “Kwadran ke Empat” adalah bagian ruang yang terletak dibawah bidang horizontal dan dibelakang bidang vertikal. 


Dalam prakteknya “Kwadran Pertama” atau “Proyeksi sudut pertama dengan istilah “First Angle Projection” (Sistem Eropa), dan “Kwadran Ketiga” atau proyeksi sudut ke tiga” dengan istilah “Third Angle Projection” (Sistem amerika). Sedang kwadran kedua dan kwadran keempat tidak dipakai dalam praktek di istilakan semu (diabaikan). 

A. Proyeksi Sudut Pertama 


Pada proyeksi sudut pertama atau sistem “Proyeksi Eropa”, semua pandangan diproyeksikan pada bidang di belakang benda dan benda diproyeksikan ke kwadran pertama 


B. Proyeksi Sudut Ketiga 



Dalam proyeksi sudut ketiga atau sistem Proyeksi Amerika, benda yang diproyeksikan pada kwadran ketiga seperti Gb. 1.9. dimana benda yang akan digambar diletakkan dalam kubus dengan sisi tembus pandangan sebagai bidang-bidang proyeksi, pada tiap-tiap bidang proyeksi akan tampak gambar pandangan dari benda menurut arah penglihatan yang ditentukan oleh anak panah 


ILMU LISTRIK : KARAKTERISTIK DAN CARA KERJA LAMPU TL (Tube Luminescent) NEON DAN LED

September 19, 2019 8 Comments
Ditengah tarif listrik yang semakin mahal memaksa kita untuk bijak dalam memilih jenis lampu, kita pastinya menginginkan lampu yang terang namun sedikit memakai daya listrik. Jika dulu lampu bohlam adalah pilihannya, maka sekarang sudah ada lampu TL yang siap menggantikan lampu bohlam. Lampu TL ini dikenal dapat menghasilkan cahaya yang lebih banyak dengan daya yang sama jika kita menggunakan lampu bohlam.



Jika lampu bohlam biasa 75 Watt dapat menghasilkan cahaya 1200 lumens/meter maka lampu TL 32 Watt dapat menghasilkan cahaya 1700 lumens/meter, sehingga didapat perbandingan efisiensi lampu bohlam dengan lampu TL sebesar 53 : 16.

Mungkin karena itulah sekarang lampu TL sudah banyak digunakan di masyarakat, TL (Tube Luminescent ) atau sering disebut tube lamp karena berbentuk tabung. 

Luminescent merupakan cahaya yang terjadi di temperatur rendah dan berasal dari bahan yang tidak panas, di alam kita dapat meihat pada ubur-ubur. Proses luminesasi ini disebabkan karena adanya reaksi kimia, energi listrik, gerakan subatomik dan tekanan pada kristal.

Ada 2 jenis lampu TL yang beredar di masyarakat Indonesia yaitu :

  • Lampu TL Neon ( Fluorescent Lamp )
Fluoresense merupakan proses terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap radiasi elektromagnet, fluorescent sendiri merupakan bentuk dari luminesensi. Cara kerja dari lampu neon sendiri yaitu saat elektroda dialiri arus listrik maka akan timbul panas dan menyebabkan elektron berpindah dari ujung ke ujung. Arus listrik ini juga akan menyebabkan merkuri yang tadinya berbentuk cair menjadi gas. Perpindahan elektron ini akan memedarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu tersebut.

  •  Lampu TL LED ( Light Emitting Diodes )

Pada TL LED memiliki puluhan hingga ratusan LED dalam satu tabungnya. Menurut penelitian beberapa ahli lampu LED ini dapat menghemat listrik hingga 60%. LED dapat menyala jika dialiri tegangan maju dari anoda ke katoda sehingga tidak akan menyala jika arah tegangannya terbalik. Pada LED terdapat chip semikonduktor yang didoping sehingga menciptakan junction P dan N. Proses doping merupakan proses penambahan ketidakmurnian pada semikonduktor yang urni sehingga menghasilkan karakteristik yang diinginkan. Ketika tegangan maju masuk dari anoda menuju katoda akan menyebabkan kelebihan elektron pada N-type material akan berpindah menuju wilayah yang kelebihan hole yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-type material). Ketika elektron ini bertemu dengan hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik atau cahaya satu warna.

Perbedaan Rangkaian Lampu TL Neon dan TL LED


  • Rangkaian Lampu TL Neon
Dalam rangkaian lampu TL Neon ada 3 komponen dasar yang selalu dipakai antara lain Trafo Ballast/ Ballast Elektronik, Starter dan Lampu Neon itu sendiri.Syarat yang harus dipenuhi agar tabung lampu dapat berpedar yaitu tegangan yang masuk untuk memanaskan elektroda yaitu sebesar 400 Volt. Oleh karena itulah  selain  berfungsi sebagai saklar otomatis untuk membantu memanaskan elektroda starter juga sebagai alat untuk menaikkan tegangan penyalaan lampu. 

Jika proses penyalaan lampu telah selesai maka Bi-metal pada starter akan terbuka, sehingga starter dapat dilepaskan. Dikarenakan Lampu TL memiliki karakteristik arus-tegangan negatif ( Jika arus naik maka tegangan turun atau tegangan akan naik bila arus turun) maka diperlukan komponen yaitu ballast baik itu trafo ballast ataupu ballast elektronik untuk menstabilkan arus sehingga lampu TL dapat beroperasi dengan baik .

Dikarenakan ada 2 tipe ballast yang digunakan yaitu trafo ballast dan ballast elektronik, maka rangkaiannya pun juga akan berbeda seperti gambar dibawah ini.


  • Rangkaian Lampu TL LED

Rangkaian Lampu TL LED ini sangatlah sederhana berbeda jauh dengan rangkaian lampu TL Neon, pada rangkaian Lampu TL LED tegangan listrik AC 220 Volt dapat dihubungkan langsung dengan Pins pada lampu.
Jikalau sudah ada rangkaian Lampu TL Neon dan kita ingin merubahnya menjadi TL LED caranya sangatlah mudah tinggal melepas starter dan ballastnya saja seperti gambar dibawah ini.