Loading...

ILMU TEKNIK : Surja Petir dan Jenis-Jenis Sambaran Petir

February 18, 2020 Add Comment
Kejadian surja petir dan surja hubung singkat merupakan suatu hal yang selalu dihadapi dan ditanggulangi pada suatu instalasi listrik. Surja hubung timbul karena proses pembukaan dan penutupan PMT, baik karena disengaja atau karena adanya kejadian tidak normal pada suatu sitem tenaga listrik. 

Sedangkan surja petir karena adanya peristiwa sambaran petir yang menyambar ke suatu benda di bumi terjadi akibat pelepasan muatan listrik dari awan petir ke bumi. Dalam prosesnya, pelepasan muatan listrik tersebut terjadi dalam orde Second Besarnya muatan listrik di awan petir, mewakili besarnya arus petir uníuk rneneĺralisir ke bumi. (bumi berfungsi sebagai gudang penampungan muatan listrik). Arus petir adalah arus listrik yang pola ritasnya bisa positif bisa pula negatif terhadap referensinya (bumi) dan mengalir dalam waktu singkat, sebagai gelombang berjalan. 

Apabila petir menyambar di suatu titik misal pada jaringan listrik, maka gerak dari gelombang petir itu menjalar ke segala arah menuju suatu titik Iain yang dapat menetralisir arus petir tersebut. Yaitu menuju ke titik pembumian, dengan kata lain terjadi gelombang yang disebut gelombang berjalan, yang berjalan sepanjang jaringan, gelombang ini menyebabkan adanya beda potensial antara fasa dengan tanah, sehingga arus petir akan mengalir ke tanah melalui kawat yang dekat dengan bumi seperti isolator (pin), traves, tiang dan belitan trafo tenaga yang terpasang pada jaringan listrik tersebut. Peralatan listrik yang di lalui gelombang petir dapat menyebabkan kerusakan, pada  keretakan, bila petir melalui trafo tenaga (lapat menimbulkan kerusakan prunernya, Sebagai pengaman pada jaringan listrik untuk memotong petir atau surja hubung, di pergunakajl peralatan yang di sebut arrester. Fungsi sangat vital pada kondisi adanya kedua jenis surja di atas, bila arrester gagal bahaya besar mengancam pembangkit, transformator tenaga dan peralatan listrik pendukungya. Kebakaran hebat bisa terjadi dengan sangat spat dan kerugian milyaran rupiah sudah pasti akan dialami, sehingga penting sekali peralatan ini dipelihara dan diamati kinerjanya setiap saat. 

 ILMU TEKNIK - Surja Petir dan Jenis-Jenis Sambaran Petir


Surja petir dapat juga menyambar peralatan lain pada benda-benda yang banyak mengandung logam di atas permukaan bumi yang lebih tinggi dari lingkungannyaseperti manusia, pepohonan, rumah atau menara antena. 

Suatu petir bisa terjadi apabila ada awan yang bermuatan berada diatas bumi dalam jarak tertentu. Pada awan tersebut, muatan positif mengumpul pada bagian atas dan yang negatif berada disebelah bawah. Karena bumi dikatakan sebagai benda yang mempunyai muatan positif pada pemukaannya. Oleh karena itu muatan negatif yang berada dibagian bawah awan akan tertarik oleh muatan positif yang ada di bumi, proses pengaliran muatan negatif dari awan menuju kebumi inilah yang dinamakan Petir. Jadi petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Proses terjadinya muatan pada awan karena dia bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya dia akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari avvan ke bumiatau sebaliknya untuk mencapai kesetimbanagn. Pada proses pembuangan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Jadi Petir lebih sering terjadi pada musim hujan, karena pada keadaan tersebut udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Karena ada bemuatan negatif dan awan bennuatan positif,maka petir juga bisaterjadi antar awan yang berbeda muatan.

Bila gelombang petir dekat dengan bumi akan melepas muatannya yang disebut discharge melalui benda-benda dekat dengan bumi yang mengandung logam atau air. karena benda ini dapat menghantarkan aliran listrik, adapun benda sebagai pemicu aliran gelombang petir ke bumi:
  • Manusia atau  pepohonan.
  • Gedung-gedung bertingkat. tiang saluran udata tegangan menengah. Tiang transmisi. menara antena katena mengandung logam.
  • Benda-benda lain yang lebih tinggi dan lingkungannya atau bumi yang banyak mengandung logam.
Negara-negara yang terletak di daerah khatulistiwa yang panas dan lembab seperti Indonesia. Energi yang dihasilkan oleh satu sambaran petir mencapai 55 kWhours. Hal ini pcrlu pengamanan yang baik pada peralatan listrik yang lebih tinggi dari lingkungannya.

Ada beberapa sambaran petir sebagai berikut :

  • Sambaran Langsung 
Sambaran langsung adalah sambaran petir yang langsung mengenai benda yang di atas bumi. Sambaran petir ini yang paling besar dengan arus dan tegangan yang besar dan paling hebat diantara gelombang petir lainnya yang datang kebenda di atas permukaan bumi. Sambaran langsung menyebabkan tegangan lebih yang sangat tinggi, tidak mungkin dapat ditahan oleh isolasi yang ada(>BIL). 
  • Sambaran Induksi 
Bila terjadi sambaran kilat ketanah di dekat saluran maka akan terjadi fenomena transien yang diakibatkan oleh medan elektromagnetis dan kanal kila. Fenomena kilat ini terjadi pada kawat penghantar. Akibat dari kejadian ini timbul tegangan lebih dan gelombang berjalan yang Inerambat pada kedua sisi kawat tenlpat sambaran berlangsung. Tegangan induksi dapat berubah-ubah tergantung dari keadaannya, secara umum besar tegangan lebih akibat Allibaran induksi antara 100-200 kV, muka gelojnbangnya (Wave front) lebih dan IO dan ekor gelombang (wave tail) IIS, dimana gelonlbang sebagai ancaman bagi peralatan distnbusi, Atau peralatan listnk dekat clengan Induksl dari sambaran induksi.
  • Sambaran dekat 
Dimana gelombang berjalan yang melalui penghantar dekat dengan peralatan listrik. 
  • Sambaran jauh 
Bila penghantar dilindungi dengan penghantar tanah- sehinuga gelombang berjalan cukup jauh mengenai penghantar fasa. 

Kerusakan akibat tegangan lebih :

  • Tegangan tembus luar (External Flashover) merusak isolator, bagian permukaan peralatan. Ini disebabkan oleh amplitude gelombang datangTegangan tembus dalam (Internal Flashover), merusak isolasi utama dari peralatan ketanah, merusak isolasi antara bagian-bagian dalam peralatan (Isolasi antara gulungan dari trafo). Ini disebubkan oleh kecuraman gelombang datang. 
  • Tegangan tembus luar dan dalam (Internal and External Flashover) yang mungkin terjadi akibat osilasi yang terjadi pada peralatan. Ini disebabkan oleh kecuraman gelombang datang dengan ekor gelombang yang panjang. 
  • Sambaran petir dapat merambat ke dalam bangunan (rumah) melalui kawat jaringan listrik dan bahayanya dapat merusak alat-alat elektronik di bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu.

ILMU TEKNIK : 6+ Jenis jenis Gardu Distribusi

February 17, 2020 Add Comment
1. Gardu Portal
Umumnya Gardu Portal, yang dipergunakan dengan penghantar saluran udara tegangan menengah (SUTM). Kapasitas trafo yang terpasang biasanya 100, 250, 315 dan 400 kVA kedap air. Pemasangan gardu portal harus dilengkapi dengan fuse (pengangan trafo sisi TM), arrester 5 kA dan 10 kA.

 ILMU TEKNIK - GARDU PORTAL

Spesifikasi umum komponen utama dari gardu portal yaitu:

a. Komponen Utama Bagian Atas Gardu
  • Lighthing Arrester (LA) berfungsi sebagai alat Proteksi atau pengaman trafo distribusi darí tegangan lebih akibat sambaran petir, khususnya pada gardu pasangan luar.
  • Fused Cut Out (FCO atau CO) berfungsi sebagai proteksi atau pegaman lebur pada gardu distribusi, FCO ini berfungsi sebagai alat pelindung trafo dari arus hubungan singkat dan sebagai alat untuk membebeskan sumber tegangan jika dilakukan pemeliharaan.
  • Wering gardu atau pengawatan gardu yaitu pengawatan atau kawat penghubung untuk menghubungkan tegangan dari Jaringan SUTM, Lightning Arrester (LA), dan Fused Cut Out (FCO) ke trafo distribusi.
  • Tiang
  • Trafo distribusi yang dipergunakan mulai dari 50 kVA - 400kVA sesuai dengan kebutuhan pembangunan gardu.
  • Rangka gardu
  • Pipa jurusan berfungsi untuk menempatkan kabel jurusan dari PHB-TR ke jaringan SUTR bagian atas.
b. Komponen Utama Bagian Bawah Gardu
  •  Saklar utama
  •  Rel tembaga atau rel jurusan
  •  Kabel jurusan
  •  Kabel penghubung dari trafo ke PHB-TR

2. Gardu Cantol
Pada Gardu Distribusi tipe cantol, transformator yang terpasang adalah transformator dengan daya kurang dari 100 kVA Fase 3 atau Fase 1. Transformator terpasang adalah jenis CSP (Completely Self Protected Transformer) yaitu peralatan switching dan proteksinya sudah terpasang lengkap dalam tangki transformator. Perlengkapan perlindungan transformator tambahan LA (Lightning Arrester) dipasang terpisah dengan Penghantar pembumiannya yang dihubung langsung dengan badan transformator. Perlengkapan Hubung Bagi Tegangan Rendah (PHB-TR) dengan saklar pemisah pada Sisi masuk dan pengaman lebur (type NH, NT) sebagai pengaman jurusan. Semua Bagian Konduktif Terbuka (BKT) dan Bagian Konduktif Ekstra (BKE) dihubungkan dengan pembumian Sisi Tegangan Rendah. 

 ILMU TEKNIK - JENIS GARDU CANTOL

Spesifikasi umum komponen utama dari gardu cantol yaitu:

a. Komponen Utama Bagian Atas Gardu
  • Lighthing Arrester (LA) Berfungsi sebagai alat Proteksi atau pengaman trafo distribusi dari tegangan lebih akibat sambaran petir, khususnya pada gardu pasangan luar.
  • Fused Cut Out (FCO atau CO) berfungsi sebagai proteksi atau pegaman lebur pada gardu distribusi, FCO ini berfungsi sebagai alat pelindung trafo dari arus hubungan singkat dan sebagai alat untuk membebeskan sumber tegangan jika dilakukan pemeliharaan.
  • Wering gardu atau pengawatan gardu yaitu Pengawatan atau kawat Penghubung untuk menghubungkan tegangan dari Jaringan SUTM, Lightning Arrester ( LA ), dan Fused Cut Out ( FCO )ke Trafo Distribusi.
  • Tiang
  • Trafo distribusi yang di pergunakan mulai dari 50 kVA - 160 kVA sesuai dengan kebutuhan pembangunan gardu.
  • Dudukan trafo berfungsi untuk menempatkan Trafo distribusi pada Tiang. Trafes dudukan FCO dan LA berfungsi untuk menempatkan FCO dan LA

b. Komponen Utama Bagian Bawah
  • NH-Fuse berfungsi untuk mengamankan Trafo Distribusi dari arus lebih yang disebabkan karena hubungan singkat pada jaringan tegangan rendah ( SUTR ) maupun karna beban lebih.
  • Rel tembaga atau rel jurusan berfungsi untuk menghubungkan tegangan dari beberapa komponen pada PI LB-TR.
  • KWh MTD berfungsi untuk menghitung pemakaian beban gardu Saklar utama
  • Kabel penghubung dari trafo ke PHB-TR
  • Trafo arus (CT) 
  •  Kabel jurusan
3. Gardu Beton
Seluruh komponen utama instalasi yaitu transformator dan peralatan switchin atau proteksi, terangkai didalam bangunan sipil yang dirancang, dibangun dan difungsikan dengan konstruksi pasangan batu dan beton (masonrywall building). Konstruksi ini dimaksudkan untuk pemenuhan persyaratan terbaik bagi keselamatan ketenagalistrikan. 

 ILMU TEKNIK - GARDU BETON


Spesifikasi umum dari gardu beton yaitu:
  • Tinggi bangunan minimal 3 meter.
  • PHB-TR ditempatkan pada Sisi masuk sebelah kanan.
  • Jarak kiri kanan PHB-TM terhadap tembok minimal 1 meter.
  • Jarak belakang PHB-TM terhadap dinding minimal 60 cm.
  • Jarak badan Transformator terhadap dinding minimal 60 cm.
  • Jarak ruang tempat petugas bekcrja dengan Pj IB baik PI IBO M maupun PJ IBTR minimal 0,75 meter.
  • Jarak batas antara PIIB-TM dengan PI-IB-TR minimal 1 meter.
  • Jarak batas antara Transformator dengan PIIB-TM minimal 1 meter.
  • Jarak terluar peralatan dengan BKT minimal 20 cm.
  • Jarak bagian konduktifdan BKT minimal 60 cm.
  • Lubang kabel naik ke PHB minimal sedalam 1,2 meter, dan harus di berikan lobang kerja (Manhole) minimal ukuran 0,8 x 0,6 meter.
  • Ventilasi harus bersirip miring pada setiap 10 cm bertuiuan untuk mencegah masuknya air dan binatang kedalam bangunan gardu.
  • Ketinggian muka lantai minimal 30 cm dari muka air tertinggi yang mungkin terjadi.
4. Gardu Kios
Gardu tipe ini adalah bangunan prefabricated terbuat dari konstruksi baja, fiberglass atau kombinasinya, yang dapat dirangkai di lokasi rencana pembangunan gardu distribusi. Terdapat beberapa jenis konstruksi, yaitu Kios Kompak, Kios Modular dan Kios Bertingkat 
5. Gardu Pelanggnn Umum
Umumnya konfigurasi peralatan Gardu Pelanggan Umum adalah 𝞹 scction, sama halnya dengan Gardu Tiang yang dicatu dari SKTM. Karena keterbatsan łokasi dan pertimbangan keandalan yang dibutuhkan, dapat saja konfigurasi gardu berupa T section Claya disuplai PI-IB-TM gardu terdekat yang sering disebut dengan Gardu Antena. Untuk tingkat keandalan yang dituntut lebih dari Gardu Pelanggan Umum biasa, maka gardu dipasok oleh SKTM lebih dari satu penyulang sehingga jumlah saklar hubung lebih dari satu dan dapat digerakan secara Otomatis (ACOS : Automatic Change Over Switch) atau secara remote control. 
6. Gardu Pelanggan Khusus
Gardu ini dirancang dan dibangun untuk sambungan tenaga listrik bagi pelanggan berdaya besar. Selain komponen ułama peralatan hubung dan proteksi, gardu ini di lengkapi dengan alat-alat ukur yang dipersyaratkan. Untuk pelanggan dengan daya lebih dari 197 kVA, komponen ułama gardu distribusi adalah peralatan PHB-TM, proteksi dan pengukuran Tegangan Menengah. Transformator penurun tegangan berada di Sisi pelanggan atau diluar area kepemilikan dan tanggung jawab PT PLN (Persero). Pada umumnya, Gardu Pelanggan Khusus ini dapat juga dilengkapi dengan transformator untuk melayani pelanggan umum. 
7. Gardu Hubung
Gardu Hubung disingkat GH atau Switching Subtation adalah gardu yang berfungsi sebagai sarana manuver pengendali beban listrik jika terjadi gangguan aliran listrik, program pelaksanaan pemeliharaan atau untuk maksud mempertahankan kountinuitas Pelayanan. Isi dari instalasi Gardu Hubung adalah rangkaian saklar beban (Load Break Switch LBS), dan atau pemutus tenaga yang terhubung paralel. Gardu Hubung juga dapat dilengkapi sarana pemutus tenaga pembatas beban pelanggan khusus Tegangan Menengah. Konstruksi Gardu Hubung sama dengan Gardu Distribusi tipe beton. Pada ruang dałam Gardu Hubung ciapał dilengkapi dengan ruang untuk Gardu Distribusi yang terpisah dan untuk sarana pelayanan kontrol jarak jauh. 
ILMU TEKNIK : Jenis - Jenis Rem Beserta Fungsi dan Penggunaannya

ILMU TEKNIK : Jenis - Jenis Rem Beserta Fungsi dan Penggunaannya

February 16, 2020 Add Comment

Fungsi utama rem adalah untuk menghentikan putaran poros, mengatur putaran suatu poros dengan mengurangi atau membatasi putaran dan juga mencegah putaran yang tidak dikehendaki. Efek pengereman secara mekanis diperoleh dengan gesekan, dan secara listrik dengan serbuk magnit, arus putar, fasa yang dibalik, arus searah yang dibalik atau penukaran katup, dll. Dalam perencanaan rem, persyaratan terpenting yang harus dipenuhi adalah besarnya momen pengereman yang harus sesuai dengan yang diperlukan. Disamping itu besarnya energi yang dirubah menjadi panas harus pula diperhatikan, terutama dalam hubungannya dengan bahan gesek yang dipakai. Pemanasan yang berlebihan bukan hanya akan merusak bahan lapisan rem, tetapi juga akan menurunkan koefisien geseknya. Bahan rem harus memenuhi persyaratan keamanan, ketahanan dan dapat mengerem dengan halus. Disamping itu juga harus mempunyai koefisien gesek yang tinggi, keausan kecil, kuat, tidak melukai permukaan drum dan dapat menyerap getaran. Bahan gesek rem yang biasanya dipergunakan adalah ; kayu, asbes, kulit dan ferrodo

Kemampuan rem bergantung pada faktor : 
- Koefisien gesek 
- Kapasitas radiasi panas rem 
- Tekanan diantara bidang-bidang esek 

Rem gesekan dapat diklasifikasikan menjadi
- rem blok (rem sepatu)
- rem drum 
- rem sabuk (rem pita) 
- rem cakra (rim piringan) 

Rem Sepatu (Blook or shoe brake) 
Rem sepatu terdiri atas rem sepatu tunggal, yang hanya menggunakan satu blok sepatu, dan rem sepatu ganda yang menggunakan blok sepatu ganda. Blok rem dilengkapi dengan bahan gesek yang bisa diganti bila telah aus. Rem ini bekerja karena gaya tekan pada blok melalui tuas. Hal yang kurang menguntungkan pada rem blok tunggal adalah arah gaya tekan yang hanya satu arah saja, sehingga pada poros terjadi lenturan pada rem blok ganda, lenturan poros tersebut bisa dihindari. Skema rem sepatu yang sederhana, untuk tiga macam posisi titik putar tuas terhadap titik kontak gesek blok..
 ILMU TEKNIK - REM SEPATU

Rem Pita (Band Brake) 
Rem pita pada dasarnya terdiri dari sebuah pita baja yang sisi disebelah dalamnya dilapisi dengan bahan gesek, drum rem dan tuas keuntungannya antara lain. pembuatan dan pemasangannya mudah dan gaya pengereman besar dalam keadaan berhenti. Untuk putaran tinggi rem ini tidak sesuai, karena sukar dikendalikan. Pita rem bisa putus dan membahayakan manusia, maka rem ini tidak dipakai pada alat-alat pengangkut manusia. Penggunaan rem ini biasanya pada derek dan alat pengangkat barang. Gaya rem akan timbul bila pita diikatkan pada drum dengan gaya tarik pada kedua ujung pita tersebut.
 ILMU TEKNIK - REM PITA

Rem drum (internal expanding brake) 
Rem drum disebut juga rem tromol, sebenarnya adalah rem sepatu yang bekerja dari dalam. Rem drum mempunyai ciri lapisan rem yang terlindung, dapat menghasilkan gaya rem yang besar untuk ukuran rem yang kecil dan umur lapisan rem cukup panjang. Kelemahannya adalah pancaran panasnya buruk. Gaya rem tergantung pada letak engsel sepatu rem dan silinder hidrolik serta arah putaran roda
 ILMU TEKNIK - REM DRUM

REM CAKERA (Band and Block Brake) 
Rem cakera disebut pula rem piringan, terdiri atas sebuah cakera dari baja yang dijepit oleh lapisan rem dari kedua sisinya pada waktu pengereman. Rem ini mempunyai sifat-sifat yang baik seperti mudah dikendalikan, pengereman yang stabil, radiasi panas yang baik, dll. Sehingga sangat banyak dipakai untuk roda depan. Adapun kekurangannya adalah umur lapisan yang pendek, serta ukuran silinder rem yang besar pada roda.
ILMU TEKNIK : Mau Membuat Mesin? Ini dia Materi Elemen Mesinnya, LENGKAP !!!

ILMU TEKNIK : Mau Membuat Mesin? Ini dia Materi Elemen Mesinnya, LENGKAP !!!

February 15, 2020 Add Comment
Pembuatan suatu mesin tentunya memerlukan banyak sekali komponen di dalamnya, mulai dari  komponen kecil hingga besar. Dalam ilmu teknik misin, komonen-komponen ini disebut dengan elemen mesin. Berikut elemen mesin yang banyak digunakan:
1. POROS
Poros untuk meneruskan daya dapat dibagi menjadi :
1. Poros Transmisi Poros yang mendapat beban puntir murni atau torsi dan momen lentur. Daya di transmisikan kepada poros ini melalui roda gigi, puli, kopling, sabuk atau sproket rantai, dll.. Misalnya : poros motor diesel, motor listrik, turbin uap. 
2. Spindel Poros transmisi yang relatif pendek, dimana beban utamanya berupa puntiran, seperti poros utama mesin perkakas. Syarat yang harus dipenuhi poros ini adalah deformasinya harus kecil dan bentuk serta ukurannya harus teliti. 
3. Poros dukung (gandar) Poros seperti yang dipasang diantara roda-roda kereta barang, dimana tidak mendapat beban puntir, bahkan kadang-kadang tidak boleh berputar. Gandar ini hanya mendapat beban lentur, kecuali jika digerakkan oleh penggerak mula dimana juga akan mengalami beban puntir.

Menurut bentuknya, poros dapat digolongkan atas poros lurus umum, poros engkol sebagai poros utama dari mesin torak, dan lain-lain.
Untuk merencanakan sebuah poros, dengan memperhatikan jenis pembebanan. Hal-hal yang perlu diperhatikan : 
1. Kekuatan Poros Suatu poros transmisi dapat mengalami beban torsi atau lentur atau gabungan antara torsi dan lentur. Juga ada poros yang mendapat beban tarik atau tekan seperti pada poros baling-baling kapal atau turbin, dan lain-lain. Kelelehan, tumbukan atau pengaruh konsentrasi tegangan bila diameter poros diperkecil (poros bertangga) atau bila poros mempunyai alur pasak, harus diperhatikan. Sebuah poros harus direncanakan sehingga cukup kuat untuk menahan beban-beban tersebut diatas. 
2. Kekakuan Poros Walaupun sebuah poros mempunyai kekuatan yang cukup, tetapi jika lenturan atau defleksi puntirannya terlalu besar, maka akan mengakibatkan ketidak telitian (pada mesin perkakas) atau getaran dan suara (misalnya pada turbin dan kotak raoda gigi). Maka dari itu, selain kekuatan poros, kekakuannya juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan dilayani oleh poros tersebut. 
3. Putaran Kritis Bila suatu mesin putarannya dinaikkan maka pada suatu harga putaran tertentu, dapat terjadi getaran yang luar biasa besarnya. Putaran ini disebut putaran kritis. Hal ini, dapat terjadi baik pada motor torak, turbin,motor listrik, dll, dan akan dapat mengakibatkan kerusakan pada poros dan bagianbagian lainnya. Jika mungkin, poros harus direncanakan sedemikian rupa sehingga putaran kerjanya lebih rendah dari putaran kritisnya. 
4. Korosi Bahan-bahan tahan korosi (termasuk plastik) harus dipilih untuk poros propeller dan pompa, bila terjadi kontak dengan fluida yang korosif. Demikian pula untuk poros yang terancam kavitasi, dan poros-poros mesin yang sering berhenti lama. Sampai batas-batas tertentu dapat pula dilakukan perlindungan terhadap korosi. 
5. Bahan Poros Bahan poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja batang yang ditarik dingin dan difinis, baja karbon konstruksi mesin (disebut bahan S-C). Porosporos yang dipakai untuk meneruskan putaran tinggi dan beban berat umumnya dibuat dari baja paduan dengan pengerasan kulit yang sangat tahan terhadap keausan (baja khrom nikel, baja krom, baja krom molibdem, baja khrom nikel molibdem, dll.)

POROS DENGAN BEBAN BENGKOK (LENTUR)
Poros dengan beban bengkok ditentukan berdasarkan besarnya momen lentur yang terjadi, dan kemudian diperiksa dengan besarnya tegangan bengkok yang diijinkan bahan poros. Gandar dari kereta tambang dan kereta rel tidak dibebani dengan puntiran melainkan mendapat pembebanan lentur saja.

POROS DENGAN BEBAN KOMBINASI PUNTIR DAN LENTUR 
Poros pada umumnya meneruskan daya melalui sabuk, roda gigi dan rantai, dengan demikian poros tersebut mendapat beban puntir dan lentur secara bersamaan. Beban yang bekerja pada poros pada umumnya adalah beban berulang. Jika poros tersebut mempunyai roda gigi untuk meneruskan daya besar maka kejutan berat akan terjadi pada saat mulai atau sedang berputar

2. JENIS-JENIS PENGIKAT
Baut dan mur merupakan alat pengikat yang berfungsi untukk mencegah kecelakaan atau kerusakan pada mesin, pemilihanbaut dan mur harus dilakukkan secara seksama untuk mendapatkan ukuran yang sesuai.

JENIS-JENIS BAUT
Baut digolongkan berdasrkan bentuk kepalanya, yaitu segi enam, soket segi enam, dan kepala persegi. Baut dan mur dibagi menjadi berikut :
1. Baut penjepit
a. Baut tembus , untuk menjepit dua bagian melalui lubang tembus, dimana jepitan dikeratkan dengan sebuah mur.
b. Baut tap, untuk menjepit dua bagian dimana dikeratkan dengan ulir yang ditapkan pada salah satu bagian
c. Baut tanam, meruakan baut tanpa kepala dan diberi ulir pada kedua ujungna. Untuk dapat menjepit dua bagian, baut ditanam pada salah satu baian yang memppunyai lubang berulir, dan jeptan dikeratkan dengan sebuah mur.

2. Baut untuk pemakainan khusus dapat berupa 

a. Baut pondasi yaitu untuk memasang mesin atau banguna pad pondasinya. Baut ini ditanam pada pondasi beton dan jepitan pada bagian mesin atau bangunan diketatkan dengan mur.
b. Baut penahan, untuk menahan dua bagian dalam jarak yang tetap.
c. Baut mata atau baut kait, dipasang pada bagian mesinsebagai kaitan untuk alat pengangkat
d. Baut T digunakan untuk mengait benda kerja atau alat pada meja atau dasaryang mempunyai alut T, sehingga letaknya dapat diatur
e. Baut kereta banyak dipakai pada badan kendaraan . Bagian persegi dibawah kepala dimasukkan ke dalam luban persegi yang pas sehingga baut tidak ikt berputar pada waktu mur diketatkan atau dilepas

3. Macam-macam sekrup

a. sekrup mesin. mempunyai diameter sampai 8 mm dan pemakaian untuk beban yang tidak besar. Kepalanya mempunai alur lurus danalur silang untuk dapat dikeraskna dengan obeng
b. Sekrup penetap, digunakan untuk menetapkan naf pada porosatau dipakai sebagai pengganti pasak. Biasanya terbuat dari baja yang uungnya dikeraskan.
c. Sekrup pengetap. Sekrup ini mempunai ujung yang dikeraskan sehingga dapat mengetap lubang plat tipis aau bahan yang lunak pada waktu diputar masuk.
d. Mur . Pada umumna memiliki bentu segi enam.tetapi dalam pemakaian khusus dapat dipakai mur sengan bentuk bermacam macam seperti mur bulat, mur flens, mur tutup, mur mahkota, dan mur kuping

4. Pemilihan baut dan mur
Untuk menentukan ukuran baut dan mur ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti sifat gaya yang bekerja pada bau , syarat kerja, kekuatan bahan , kelas ketelitian dll. adapun gaya-gaya yang bekerja dapat berupa :
a. Beban statis aksial murni
b. Beban aksial bersama beban puntir
c. Beban geser 
d. Beban tumbukan aksial

3. Ulir
Ulir digunakan sebagai pengikat bagian-bagian pemesinan, untuk menghindari gerakan terhadap sesamanya.
Ulir selalu bekerja berpasangan yaitu ulir luar dan ulir dalam. Ulir pengikat mempunyai profil penampang berbentuk segitiga sama kaki.
Ulir disebut tunggal apabila hanya ada satu jualur yang melilit silinder, disebut dua atau tiga apabila ada dua atau tiga jalur yang memlilit dalam satu silinder. Ulir juda dapat berupa ulir kanan dan ulir kiri, umumnya yang banyak dipakai yaitu ulir kanan yang arah putarannya searah jarum jam.

Ulir digolongkan menurut bentuk profil penampangnya seperti ulir segitiga, perseegi, trapesium, gigi gergaji dan bulat.  Bentuk ulir yang paling banyak dipakai yaitu ulir segitiga. Ada 2 jenis ulir yaitu ulir metris (halus) dann ulir withwort (kasar)

Ukuran ulir luar dinyatakan dengan diameter luar, untuk ulir dalam dinyatakan dengan diameter efektif,. Patokan yang dipakai untuk pemilihan kelas adalah sebagai berikut :
Kelas teliti ( kelas 1 dalam JIS )
Kelas sedang ( Kelas 2 dalam JIS ) untuk pemakaian umum
Kelas Kasar ( kelas 3 dalam JIS ) untuk ulir yang sukar dikerjakan , misalnya ulir dalam dari lubang yang panjang.


4. MACAM-MACAM PEGAS
 ILMU TEKNIK - MACAM-MACAM PEGAS

1. Macam-macam pegas
Pegas dapat digolongkan atas dasar jenis beban yang dapat diterimanya
     a. Pegas tekan atau kompresi
     b. Pegas tarik
     c. Pegas puntir
Menurut coraknya dibedakan menjadi :
     a. Pegas tekan atau kompresi
     b. Pegas tarik
     c. Pegas puntir
     d. Pegas volut
     e. Pegas daun
     f. Pegas piring
     g. Pegas cincin
     h. Pegas batang puntir
     i. Pegas spiral atau pegas jam

2. Bahan Pegas
Bahan yang paling banyak digunakan untuk pegas yaitu baja dengan penampang lingkaran
Baja yang paling umum dipakai untuk pegas yang dibentuk panas adalah baja pegas., karena pembentukkannya dilakukan pada temperatur tinggi maka perlu dilakukan proses perlakuan panas setelahnya.
Baja tahan karat dipakai untuk ligkungan yang korosif. Perunggu fosfor merupakan bahan anti magnit dengan daya konduksi listrik yang baik.

3. Pegas ulir dengan beban berulang
Pegas yang nmendapatkan beban berulang berfrekuensi tinggi padapegas katup akan mengalami getaran yang besar hal ini dapat mengakibatkan patahnya pegas dalam waktu yang singkat. Untuk menghindari hal ini, frekuensi tingkat pertama dari pegas tidak boleh kurang dari 5,4 kali frekuensi pembebanan.

4. Alat Pencegahan dan Peredam Getaran
Ada beberapa gabungan antara pegas logam dan alat yang dapat meredam getaran dengan sangat baik yaitu :
          a. Pegas karet, mempunyai sifat menyerap getaran karena elastisitasnya yang sangat tinggi
          b. Pegas Udara memanfaatkan sifat compressible udara yang dikurung dalam suatu bellows
          c. Peredam fluida, umumnya berbentuk silinder dengan torak dan berisi cairan yang umumnya                berupa minyak
      
5. BANTALAN 

 ILMU TEKNIK - BANTALAN (BEARING)


Bantalan adalah suatu elemen mesin yang menumpu poros beban, sehingga putaran atau gerakan bolak-baliknya dapat berlangsung secara halus, aman dan panjang umur.

 Bantalan harus cukup kokoh untuk memungkinkan poros serta elemen mesin lainnya bekerja dengan baik. Jika bantalan tidak berfungsi dengan baik maka prestasi seluruh sistem akan menurun atau tak dapat bekerja secara semestinya.



Klasifikasi Bantalan 

1. Atas dasar gerakan bantalan terhadap poros
     a. Bantalan Luncur (Sliding Contact Bearing) Pada Bantalan ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bantalan karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bantalan dengan perantaraan lapisan pelumas.
     b. Bantalan Gelinding (Rolling Contact Bearing) Pada bantalan ini terjadi gesekan gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol atau rol jarum , dan rol bulat.
2. Atas dasar arah beban terhadap poros
     a. Bantalan Radial Arah beban yang ditumpu bantalan ini adalah tegak lurus sumbu poros
     b. Bantalan Axial Arah beban bantalan ini sejajar dengan sumbu poros
     c. Bantalan gelinding khusus Bantalan ini dapat menumpu beban yang arahnya sejajar dan tegak lurus sumbu poros.



Perbandingan antara Bantalan Luncur dan Bantalan Gelinding 

Bantalan Luncur mampu menumpu poros berputar tinggi dengan beban besar. Bantalan ini sederhana konstruksinya dan dapat dibuat serta dopasang dengan mudah, karena gesekannya yang besar pada waktu mulai jalan. Bantalan luncur memerlukan momen awal yang besar. Pelumasan pada bantalan ini tidak begitu sederhana. Panas yang timbul dari gesekan yang besar, terutama pada beban besar, memerlukan pendinginan khusus. Sekalipun demikian, karena adanya lapisan pelumas, bantalan ini dapat meredam tumbukan dan getaran sehingga hampir tidak bersuara. Tingkat ketelitian yang diperlukan tidak setinggi bantalan gelinding sehingga dapat lebih murah.


Bantalan Gelinding pada umumnya lebih cocok untuk beban kecil daripada bantalan luncur, tergantung pada bentuk elemen gelindingnya. Putaran pada bantalan ini dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut. Karena konstruksinya yang sukar dan ketelitiannya yang tinggi, maka bantalan gelinding hanya dapat dibuat oleh pabrik-pabrik tertentu saja. Adapun harganya pada umumnya lebih mahal daripada bantalan luncur. Untuk menekan biaya pembuatan serta memudahkan pemakaian bantalan gelinding diproduksi menurut standar dalam pelbagai ukuran dan bentuk. Keunggulan bantalan ini adalah pada gesekannya yang sangat rendah. Pelumasannya pun sangat sederhana, cukup dengan gemuk, bahkan pada macam yang memakai sil sendiri tidak perlu pelumasan lagi.


Bahan Untuk Bantalan Luncur

Bahan untuk bantalan luncur harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
- Mempunyai kekuatan yang cukup (tahan beban dan kelelahan)
- Dapat menyesuaikan diri terhadap lenturan poros yang tidak terlalu besar atau terhadap perubahan bentuk yang kecil.
- Mempunyai sifat anti las (tidak dapat menempel) terhadap poros jika terjadi kontak dan gesekan antara logam dan logam.
- Sangat tahan karat
- Cukup tahan aus
- Dapat membenamkan kotoran atau debu kecil yang terkurung didalam bantalan.
 - Murah harganya.
 - Tidak terlalu terpengaruh oleh temperatur
 - Mempunyai koefisien gesek kecil



Bahan-bahan untuk bantalan umum

a. Paduan tembaga Termasuk dalam golongan ini adalah perunggu, perunggu fosfor, dan perunggu timah hitam, yang sangat baik dalam kekuatan, ketahanan terhadap karat, ketahanan terhadap kelelahan dan dalam penerusan panas. Kekakuannya membuat bahan ini sangat baik untuk bantalan mesin perkakas. Kandungan timah yang lebih tinggi dapat mempertinggi sifat anti las.
b. Logam putih Termasuk dalam golongan ini adalah logam putih berdasar Sn (yang biasa disebut logam babit), dan logam putih berdasar Pb. Keduanya dipakai sebagai lapisan pada logam pendukungnya. Bahan bantalan yang konvensional ini telah mengalami perbaikan dengan memakai bebagai tambahan sekalipun ketahanannya terhadap temperatur dan kelelahan serta kekuatannya menjadi berkurang. Sebagai contoh, Sn dan Cu ditambahkan untuk menaikkan ketahanannya terhadap korosi, atau ditambahkan Pb untuk menambah kemampuan menyesuaikan diri terhadap perubahan bentuk. Aneka ragam bahan ini mempunyai kemampuan yang paling luas.

6. KOPLING
Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dan dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau boleh sedikit berbeda sumbunya. 
Dalam merencanakan kopling tetap, hal-hal penting ini menjadi pertimbangan 
- Pemasangan yang mudah dan cepat 
- Ringkas dan ringan 
- Aman pada putaran tinggi, getaran dan tumbukan kecil 
- Dapat mencegah pembebanan lebih 
- Tidak ada atau sedikit mungkin bagian yang menonjol (menjorok) 
- Terdapat sedikit kemungkinan gerakan aksial pada poros sekiranya terjadi pemuaian karena panas, dll. 

Macam-macam Kopling Menurut sifat penyambungannya, kopling dapat digolongkan menjadi : 
1. Kopling tetap 
2. Kopling tidak tetap (dapat dilepaskan dan dihubungkan bila diperlukan atau berputar

KOPLING TETAP (COUPLING)
Kopling tetap mencakup kopling kaku yang tidak mengijinkan ketidak lurusan kedua sumbu poros, kopling luwes (fleksibel) yang mengijinkan sedikit ketidak lurusan sumbu poros dan kopling universal yang dipergunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar.

a. Kopling kaku (Rigid Coupling) 
1. Kopling bus (sleeve or muff coupling) 
2. Kopling flens kaku (protected type flange coupling) 
3. Kopling flens tempa (marine type flange coupling) 
4. Kopling Klem (Clamp coupling) 

b. Kopling luwes (fleksible coupling) 
1. Kopling flens luwes 
2. Kopling karet ban 
3. Kopling karet bintang 
4. Kopling gigi 
5. Kopling rantai 

c. Kopling Universal 
1. Kopling universal hook 
2. Kopling universal kecepatan tetap

Kopling Flens
Konstruksi kopling flens terdiri dari dua bagian yang masing-masing flens diikatkan pada ujung poros dengan sambungan pasak. Ukuran-ukuran kopling flens sudah ada dalam standar, bila pembuatannya tidak menggunakan standar dapat dibuat dengan proporsi sebagai berikut : 
Sebagai dasar ukuran kopling adalah ukuran poros : 
Diameter naf (hub) D = 2 d 
Panjang naf (hub) L = 1,5 d 
Diameter lingkaran baut Dp = 3 d 
Tebal flens, tf = F = 0,5 d
Tebal flens pengaman, H-F = 0,25 d

Kopling Universal 
Kopling universal digunakan untuk menghubungkan dua poros yang sumbusumbunya tidak sepusat (tidak terletak dalam satu garis lurus), tetapi garis sumbunya saling memotong. Penggunaannya dapat dilihat pada mesin frais universal, pada gardan mobil atau pada gardan motor BMW.

KOPLING TIDAK TETAP (CLUTCHES)
Kopling tidak tetap adalah suatu elemen mesin yang menghubungkan poros yang digerakkan dan poros penggerak, dengan putaran yang sama dalam meneruskan daya, serta dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut baik dalam keadaan diam ataupun berputar. Penggeraknya dapat dilakukan dengan cara manual, hidrolik, pneumatik maupun secara magnetik. 
Macam-macam kopling tidak tetap 
1. Kopling positif (kopling cakar) 
2. Kopling gesek : - kopling kerucut - kopling plat - kopling sentrifugal 
3. Kopling fluida

Kopling positif 
Konstruksi kopling ini adalah yang paling sederhana dari antara kopling tak tetap. Dikatakan kopling positif karena kopling ini hanya bissa digunakan dalam satu arah saja. Kopling cakar persegi dapat meneruskan momen dalam dua arah putaran, tetapi tidak dapat dihubungkan dalam keadaan berputar. Dengan demikian tidak dapat sepenuhnya berfungsi sebagai kopling tak tetap sebenarnya. Sebaliknya, kopling cakar spiral dapat dihubungkan dalam keadaan berputar, tetapi hanya baik untuk satu arah putaran tertentu saja

Kopling Kerucut
Kopling kerucut adalah suatu kopling gesek dengan konstruksi sederhana dan mempunyai keuntungan dimana dengan gaya aksial yang kecil dapat ditransmisikan momen yang besar. Kopling macam ini dahulu banyak dipakai, tetapi sekarang tidak lagi, karena daya yang diteruskan tidak seragam. Meskipun demikian, dalam keadaan dimana bentuk plat tidak dikehendaki dan ada kemungkinan terkena minyak, kopling kerucut sering lebih menguntungkan. 

Kopling plat
Kopling pelat adalah kopling gesek yang terdiri dari 2 buah flens dan pelat gesek (plat kopling). Flens dipasang mati dengan pasak pada poros penggerak,  sedangkan plat kopling dan flens yang digerakkan dipasang pada poros yang digerakkan, plat kopling dan flens dapat bergerak kearah aksial. Pelat kopling dibuat dari baja tuang dilapisi dengan bahan terodo yang dijalin dengan kawat tembaga halus dan dicetak, dapat dijumpai pada kendaraan beroda empat.

Kopling Fluida 
Pada tahun 1905 oleh Fettinger di Jerman dibuat untuk pertama kali suatu kopling yang meneruskan daya melalui fluida sebagai zat perantara. Kopling ini disebut kopling fluida dimana diantara kedua poros tidak terdapat hubungan mekanis Bila suatu impeller pompa dan suatu raner turbin dipasang saling berhadapan, dimana keduanya berada dalam ruangan berisi minyak, maka jika poros input yang dihubungkan dengan impeler pompa diputar, minyak yang mengalir dari impeler tersebut akan menggerakkan raner turbin yang dihubungkan dengan poros output.
Momen puntir yang diteruskan adalah berbanding lurus dengan pangkat lima diameter luar kopling dan kuadrat dari putaran. Dalam keadaan bekerja normal, putaran poros output < daripada putaran poros input. Perbedaan putaran ini disebut slip, yang besarnya antara 2 – 5 (%) daripada putaran poros input. Dalam keadaan slip sebesar ini effisiensi kopling mencapai harga max. Kopling fluida sangat cocok untuk menstransmisikan putaran tinggi dan daya besar.
Keuntungannya : 
- Getaran dari sisi penggerak & tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. 
- Jika terjadi pembebanan lebih, penggerak mulanya tidak akan terkena momen yang melebihi batas kemampuan. 
- Umur mesin & peralatan yang dihubungkannya akan menjadi lebih lama/panjang. 
- Diameter poros dapat dibuat lebih kecil 
- Start dapat dilakukan dengan lebih mudah dan percepatan dapat berlangsung lebih halus, karena kopling dapat diatur sedemikian rupa sehingga penggerak mula diputar lebih dahulu sampai mencapai momen maksimumnya dan baru setelah itu momen diteruskan kepada poros yang digerakkan. 
- Jika beberapa kopling fluida dipakai untuk menghubungkan beberapa penggerak mula secara serentak, distribusi beban yang merata diantara mesin-mesin penggerak mula tersebut dapat diperoleh dengan mudah.

ILMU TEKNIK : KOMPONEN DAN PRINSIP KERJA KOPLING MOBIL

February 14, 2020 Add Comment
 ILMU TEKNIK : KOMPONEN DAN PRINSIP KERJA KOPLING

A. Pengertian
            Kopling merupakan komponen yang digunakan untuk menghubungkan dan melepaskan penyalur tenaga mesin sesuai dengan keperluan pengemudi. Brikut adalah fungsi dari kopling :
1.       Memungkinkan motor tetap dapat berputar walaupun transmisi tidak dalam posisi netral
2.       Mendapatkan fleksibilitas mekanis, terutama pada poros yang tidak berada dalam satu aksis
3.       Mengurangi shock load dari satu poros ke poros yang lain
4.       Menghindari beban kerja berlebih
5.       Mengurangi karakteristik getaran dari dua poros yang berputar
            B. Prinsip Kerja
                        Pada saat pedal kopling diinjak,ujung tuas akan mendorong bantalan luncur ke belakang. Bantalan luncur akan menarik plat tekan melawan tekanan pegas.Pada saat pelat tekan bergerak mundur, plat kopling terbebas dari roda penerus dan peroindahan daya terputus. Bila tekanan pada pedal kopling dilepas,pegas kopling akan mendorong plat tekan maju dan menjepit plat koplingdgn roda penerus dan terjadi perpindahan daya. Pada saat plat tekan bergerak ke depan, plat kopling akan menarik bantalan luncur, sehingga pedal kopling kembali ke posisi semula.
                        Selain secara mekanik,sebagai mekanisme pelepas hubungan, sekarang sudah banyak digunakan sistem hidrolik dan booster. Secara umum, sistem hidrolik dan hidrolik-booster adalah sama. Perbedaannya adalah, pada sistem hidrolik-booster, digunakan booster untuk memperkecil daya tekan pada pedal kopling. Pada sistem hidrolik, saat pedal koplimg ditekan, maka batang penerus akan mendorong piston pada master silinder kopling, fluida pada sistem akan meneruskan daya ini ke silinder unit kopling, dan piston silinder unit kopling akan mendorong tuas,dan seperti pada sistem mekanik, plat kopling terlepas, sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi akan terputus.
            C. Komponen Utama Kopling
a.Roda penerus
Berfungsi sebagai penstabil putaran motor dan sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling.
b.Pelat kopling
Pelat kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari pelat baja berkualitas tinggi. Kedua sisi pelat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefisien gesek tinggi. Bahan gesek ini(asbes) dikeling(rivet) dgn pelat kopling.
c.Pelat Tekan
Plat tekan kopling terbuat dari besi tuang. Pelat tekan berbentuk bulat dan diameternya hampir sama dgn plat kopling. salah satu sisinya (sisi yg berhubungan dgn pelat kopling) dibuat halus, sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus, sisi lainnya mpy bentuk yg disesuaikan dgn kebutuhan penempatan komponen penempatan komponen kopling lainnya.
d.Unit Plat Penekan
Sbg satu kesatuan dgn plat penekan, plat penekan dilengkapi dgn sejumlah pegas spiral atau pegas diafhragma, tutup dan tuas penekan. Pegas digunakan utk memberikan tekanan thd plat tekan, plat kopling dan roda penerus. Jumlah pegas (kekuatan tekan) Disesuaikan dgn besar daya yg hrs dipindahkan.
e.Mekanisme Penggerak
Komponen lainnya pada kopling adl mekanisme pemutus hubungan (tuas tekan). Mekanisme ini dilengkapi dgn bantalan bola, bantalan bola diikat pd bantalan luncur yg akan bergerak maju/mundur pd sambungan. Bantalan bola yg dilengkapi dgn permukaan tekan akan mendorong tuas tekan.
f.Rumah Kopling
Rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. Rumah kopling umumnya mpy daerah yg terbuka yg berfungsi sbg saluran sirkulasi udara.
ILMU TEKNIK : KOMPONEN UTAMA MOTOR BAKAR BESERTA FUNGSINYA

ILMU TEKNIK : KOMPONEN UTAMA MOTOR BAKAR BESERTA FUNGSINYA

February 13, 2020 Add Comment

1. Komponen yang tidak dapat bergerak :
      a. Kepala Silinder
      b. Blok Silinder
      c. Bak Oli
2. Komponen yang dapat bergerak :
      a. Torak
      b. Poros Engkol
      c. Chamshaft
      d. Gigi Timing
      e. Roda penerus
A. KEPALA SILINDER
Gb. Kepala Silinder
     Berfungsi : 1. Penutup Blok Sil
                        2. Ruang pencampuran bahan bakar dan udara
                        3. Menempatkan mekanisme katup, mainfold dan busi
     
     Pada kepala silinder terdapat 
     a. Ruang Bakar              
     b. Intake System
     c. Exhause System
     d. Intake Mainfold
     
     Bahan pembuatan kepala silinder adalah besi tuang sehingga tahan terhadap temperatur tinggi, bahan lain yaitu paduan alumunium sehingga memiliki kemampuan pendinginan yang lebih baik dari pada bahan besi tuang.
Cara Kerja Kepala Silinder
Komponen penututp blok sil bertugas menutup rongga silinder,
Gasket Kepala Silinder
Terbuat dari bahan Carbon Clad Sheet Steel  berfungsi unutk mencegah kebocoran gas,pembakaran,air pendingin dan oli
Intake System
Berfungsi untuk menyaring kotoran sebelum masuk ke dalam silinder
Intake Mainfold
Berfungsi untuk mengarahkan aliran campuran bahan bakar dan udara kedalam silinder
Exhause System 
Komponen yang terdapat pada Exhause System yaitu :
   1. Exhaust mainfold berfungsi untuk mengumpulkan gas buang
   2.  TWC ( Three Way Catalis) berfungsi untuk menurunkan pencemaran udara akibat sisa-sisa pembakaaran
   3. Exhause Pipe berfungsi untuk menyalurkan gas sisa pembakaran ke uffler atau udara luar
Muffer berfungsi untuk menurunkan kecepatan aliran gas sisa pembakaran 
2. Blok Silinder
Berfungsi untuk : 1. Tempat piston bergerak naik dan turun
                            2.  Menopang komponen mesin lainnya
                             
3. Bak Oli
Fungsi dari bak oli adalah untuk menampung oli mesin untuk pelumasan.
Pada bak oli terdapat gasket yang berfungsi untuk mencegah kebocoran oli
Selain itu ada juga Separator yang berfungsi menjaga agar bak oli dalam keadaan rata meskipun mobil dalam posisi miring. 
2.1 Torak (Piston) dan Kelengkapannya
Gb. Kelengkapan Torak
Harus memiliki sifat tahan panas dan ringan
ada 3 fungsi torak yaitu : 1. Menerima tekanan gas hasil pembakaran 
a. Celah Torak
Celah Torak berfungsi mencegah macetnya torak saat beroperasi dan meningkatkan kemampuan mesin.
b. Pegas Torak
Pegas Torak berfungsi untuk mencegah kebocoran gas, mencegah oli masuk ke ruang bakar dan memindahkan panas dari piston ke dinding silinder.
c. Pegas Pengontrol Oli
Berfungsi untuk menyapu oli
d. Celah Ujung Pegas
Berfungsi agar saat terjadi pemuaian ring tidak bengkok
e. Pena Torak
berfungsi untuk menghubungkan torak dengan batang torak melalui lubang bushing
f. Batang Torak
berfungsi untuk menghubungkan torak dengan crankshaft dan meneruskan tenaga dorong torak
2.2 Poros Engkol
Befungsi untuk 1. merubah gerak naik turun menjadi gerak putar
                         2. Meneruskan gaya putar menuju fly wheel dan selanjutnya ke sistem                                       pemindah tenaga
Bahan yang digunakan untuk membuat poros engkol yaitu baja karbon tinggi
    A. Bantalan Poros Engkol
         Berfungsi untuk mencegah keausan dan mengurangi gesekan pada poros engkol