Loading...

ILMU REFRIGERASI : Cara Merawat dan Membersihkan Kulkas yang Paling Mudah namun Benar

October 18, 2019 2 Comments

Cara Merawat Kulkas 



Hal-HaI yang Harus dilakukan Ketika Kulkas Masih Baru

  1. Bersihkan dengan saksama kulkas Anda dari debu meskipun masih 
  2. Segera pasang perlengkapannya, seperti raki kotak es, dan lainlain pada tempatnya. 
  3. Hindari lokasi yang lembab maupun terkena sengatan matahari langsung. 
  4. Berilah jarak 1 inci atau lebih dari dinding, 10 inci atau lebih jarak dari bagian atasnya, dan minimal 2,5 cm dari lantai. Hal tersebut bermanfaat bagi sirkulasi udara pada kulkas Anda. 
  5. Sebaiknya hubungan listrik kulkas melalui stop kontak tunggal karena mencegah alat listrik lain maupun lampu rumah Anda dari beban yang dapat membuat listrik turun. 
  6. Saat pertama kali digunakan, putar pengatur suhu pada posisi 1. Biarkan kulkas Anda beroperasi tanpa beban selama 2-3 jam untuk menstabilkan suhu operasinya. Jika pengoperasian tersebut terganggu/terputus karena listrik, maka tunggulah 5 menit sebelum Anda menyalakan kembali. 

Cara Menyimpan Makanan dalam Kulkas



  • Jangan menyimpan makanan yang mudah busuk (buah dan sayuran) pada evaporator/tempat membuat es.
  • Jangan memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas karena dapat menyerap listrik lebih banyak dan tentunya bisa membuat rekening listrik bertambah besar.
  • Jangan menyimpan botol kaca berisi air pada evaporator karena botol tersebut dapat pecah saat membeku.
  • Untuk makanan yang memiliki bau yang tajam sebaiknya diletakkan  Untuk makanan yang memiliki bau tajam sebaiknya diletakkan dalam tempat yang tertutup/terbungkus rapat agar tidak mencemari makanan lain.
  • Perhatikan lama penyimpanan makanan dalam kulkas. Untuk buah dan sayuran segar biasanya 3-4 hari, arbei dan anggur 1-2 hari, ikan segar 1-2 hari, daging potong segar 4-5 hari, susu dan krim 3-7 hari telur 2 minggu, keju keras kurang lebih 1 bulan sedangkan rninuman sesuai dengan tanggal kedaluwarsanya. 

Cara Membersihkan Kulkas

  • Sebaiknya bersihkan kulkas Anda secara teratur untuk mencegah timbulnya bau. 
  • Sebelum membersihkan dianjurkan untuk melepas daulu sakelar listrik dan keluarkan seluruh makanan. 
  • Segera lap tumpahan makanan karena dapat mengotori permukaan plastik secara permanen. 
  • Jangan membersihkan permukaan dengan keset, sikat, dan pembersih kasar sejenis serta larutan alkali. 
  • Jangan menyentuh permukaan yang beku dengan kain yang basah dan kotor karena basah dan kotor akan mudah melekat di permukaan yang beku. 
  • Untuk membersihkan bagian luar dan gasket pintu magnetis, gunakan larutan busa sabun lunak atau detergen yang hangat kuku, basuh dengan kain lap basah lalu keringkan. 

Cara Merawat Evaporator

  1. Jangan sekali-kali menggunakan benda tajam ataupun logam mengambil es maupun kotak es pada evaporator.
  2. Sebaiknya Anda perlu melakukan peleburan bunga es secara teratur (bunga es sebelum tebalnya melebihi 2 cm) agar kulkas selalu beroperasi dengan efisien. 
  3. Untuk melakukan peleburan bunga es tekanlah tombol untuk peleburan/defrosting dan tidak perlu mencabut sakelar listrik. 

Perawatan Harian

  1. Segera bersihkan tumpahan makanan, sebelum tumpahan makanan tersebut menjadi kering. 
  2. Biasakan untuk membersihkan terlebih dahulu bekas selai, sirup atau kecap yang menempel di tutup atau botol, sebelum memasukkannya ke dalam kulkas. Hendaknya semua wadah penyimpanan yang akan dimasukkan ke dalam kulkas sudah dalam keadaan bersih. 
  3. Periksa bahan makanan yang sudah mulai membusuk dan segera buang. 
  4. Bila ingin mencairkan daging dari freezer di chiller, biasakan menempatkan daging di atas mangkuk atau piring cekung agar lelehan air bekas daging tidak mengotori chiller. 

Perawatan Mingguan

  • Lap pintu dan atas kulkas termasuk pinggirannya dengan kain yang dibasahi dengan campuran air dan sedikit cairan pencuci piring yang ringan. Lap tidak perlu basah, cukup lembap saja. Lap seluruh bagian kulkas dengan seksama. 

Perawatan Enam Bulanan

  • Matikan listrik kulkas Anda. Kosongkan semua isi dan keluarkan rakrak untuk dicuci dan dibersihkan secara saksama. Jangan lupa cek bak penampungan air di bagian belakang kulkas Anda. 

ILMU GAMBAR : Bagian-Bagian Etiket atau Kolom Gambar

September 28, 2019 3 Comments

Untuk memudahkan dalam pemeriksaan dan juga untuk memberikan keterangan-keterangan yang lebih jelas, maka setiap gambar teknik mesin yang sudah selesai digambar haruslah memakai kepala gambar yang ditempatkan sebelah sudut kanan bawah,pada kepala gambar ini dibedakan menjadi dua bagian, dimana pada bagian yang pertama dinamakan “Kolom Nama” dan yang kedua dinamakan “Nama Bagian”. Untuk kolom nama posisinya tidak dapat dipindahkan dan sekali ditempatkan pada sudut kanan bawah yang terdiri dari beberapa nama yaitu :

Ø  KOLOM PROYEKSI. Jika orang tehnik atau orang-orang yang berada diindustri permesinan, maka dengan melihat kolom proyeksi yang telah tergambar simbol proyeksinya, apakah simbol proyeksi Amerika atau Eropa.

Ø  SKALA. Untuk memudahkan dalam penggambaran dan juga untuk menghemat ruang gambar, maka gambar tersebut harus diskala apakah tetap, diperbesar atau diperkecil. Misalnya dituliskan pada kolomnya skala 1 : 1 atau 1 : 2 dan sebagainya.

Ø  SATUAN. Kolom satuan ini gunanya untuk menunjukkan, bahwa gambar tersebut memakai satuan apa. Pada umumnya dalam  gambar tehnik mesin memakai satuan melimeter, maka pada kolom itu haruslah ditulis mm.

Ø  TANGGAL. Untuk setiap gambar yang sudah dibuat harus diberi tanggal. Tanggal yang diisikan pada kolom adalah tanggal pada waktu pembuatannya serta diberi bulan dan tahun.

Ø  DIGAMBAR. Setiap gambar ynag sudah dibuat atau digambar maka nama orang yang menggambarnya haruslah dicantumkan maksudnya untuk memudahkan dalam pemeriksaan dan memberikan penjelasan-penjelasan apabila gambar  yang telah dibuat  terdapat kesalahan-kesalahan.

Ø  TINGKAT. Didalam hal nama kemungkinan besar akan timbul nama-nama yang sama sehingga akibatnya akan sedikit mendapat kesulitan, maka dari itu selain nama perlu ada identitas yang lain misalnya tingkat I atau II atau nomor pokok (NRP).

Ø  DILIHAT. Kolom ini gunanya untuk memberikan penjelasan, bahwa gambar yang sudah digambar itu akan dilihat oleh siapa, maka pada kolom ini nama orang yang akan melihatnya atau memeriksanya harus dicantumkan.

Ø  NAMA GAMBAR. Untuk semua gambar yang telah dibuat maka haruslah diberi nama yang jelas. Maksudnya apabila dari gambar-gambar yang akan diproduksi akan memudahkan dalam mencari gambar itu sendiri.

Ø  NOMOR GAMBAR (NO.GB) Selain nama gambar yang jelas maka harus juga diberi nomor gambar, jadi nomor keberapa dibuat, (misalnya kita sudah membuat tugas ke dua dengan mencantumkan format,  II atau 2).

Ø  NAMA DEPARTEMEN /PERG. TINGGI/PRSH, Dari instansi mana gambar tersebut dibuat. misalnya nama suatu perusahaan. (PT.PAL), Perguruan Tinggi (PNB) dan sebagainya.

Ø  KOLOM UKURAN KERTAS. Dalam kolom kertas ini yang dicantumkan adalah format kertasnya. Misalnya  A0, A1, A3 dan seterusnya.

Untuk kolom nama bagiannya bisa ditempatkan diatas kolom nama itu sendiri atau dibagian sudut kanan atas kertas apabila memungkinkan tempatnya. Jadi pada kolom bagian ini terdiri dari beberapa kolom yaitu :

Ø  KOLOM NOMOR. Untuk menunujukkan nomor-nomor bagian (detail) dari suatu unsur mesin yang tertera pada gambar konstruksi.

Ø  KOLOM JUMLAH. Gunanya untuk memberikan keterangan berapa jumlah bagian gambar mesin yang akan diproduksi dari masing-masing nomor bagian tersebut.

Ø  NAMA BAGIAN. Selain pemberian nomor bagian dan jumlah maka nama bagian sangatlah penting untuk menghindari kekeliruan dengan bagian yang lain pada saat produksi dan perakitan nanti.

Ø  KOLOM BAHAN. Gunanya untuk memberikan keterangan dari bahan apa komponen mesin yang digambar itu dipakai misalnya. ST37, aluminium atau besi cor dan sebagainya.

Ø  NORMALISASI, Dikolom ini memberikan petunjukan ukuran-ukuran yang standar atau yang ada ukuran – ukuran yang khusus tentang normalisasinya.

Ø  KETERANGAN,.Pada kolom ini gunanya untuk memberikan penjelasan-penjelasan atau catatan yang lainnya bila dianggap perlu.

TEST PLAGIARISM


ILMU GAMBAR: Macam-Macam Proyeksi yang digunakan Oleh Anak Teknik

September 28, 2019 1 Comment



Pada gambar mesin dikenal beberapa metode proyeksi yang meliputi :


Aksonometrik, Miring, Perspektif, dan Orthografik. Dari proyeksi tersebut yang paling umum atau dominan digunakan adalah proyeksi Orthografik 

1.1. Proyeksi Aksonometrik 

Jika sebuah benda disajikan dalam proyeksi Ortogonal seperti tampak pada Gambar. 1.1, hanya sebuah bidang saja yang tergambar pada bidang proyeksi.. Seandainya bidang-bidang atau tepi-tepinya diputar atau dimiringkan terhadap bidang proyeksi, maka dua dan tiga muka dari benda itu akan terlihat serentak, cara demikian disebut proyeksi Aksonometrik. Dimana ada tiga proyeksi Aksonometrik yaitu : Isometri, Dimetri,dan Trimetri. 


A. Isometri 

Sistem ini digunakan untuk cara penggambaran benda-benda yang sederhana, dalam hal menggambar teknik mesin. Agar lebih mudah dan cepat dimengerti misalnya bangun kubus atau unsur-unsur mesin yang bentuknya sederhana. Cara pelaksanaan-nya dalam membuat gambar-gambar dengan system proyeksi ini yang pertama adalah membuat satu sumbu yang tegak lurus pada bidang datar dan yang kedua membuat satu sumbu yang membentuk sudut 30 0 terhadap bidang datar, dan untuk semua garis yang berada pada gambar tersebut harus digambar tetap sesuai dengan ukuran sebenarnya atau tetap digambar menurut skala 1 : 1 seperti Gb.1.2 . 

B. Dimetri 

Pada dimetri ini sudut-sudutnya pada sumbu tertentu dibuat 7o dan 42o, dimana sumbunya dibuat 7o terhadap bidang datar dan sumbu yang satunya lagi dibuat 42o terhadap bidang datar. 
Untuk pembuatan garis-garis yang menuju ke arah sudut 42o harus digambarkan setengahnya atau diperkecil dan untuk yang menuju kearah sudut 7o digambarkan menurut skala 1 : 1 dapat dilihat pada Gb. 1.3. 








C. Trimetri 
Pada gambar trimetri ada sedikit perbedaan yaitu mengenai sudut –sudutnya, dalam gambar trimetri untuk sumbu yang pertama tetap dibuat tegak lurus terhadap bidang datar dan untuk sumbu-sumbu yang lainnya dibuat sudut 5 o dan sudut 18 o, dan juga untuk menggambarkan garis-garisnya yang menuju ke arah vertikal haruslah digambar tetap menurut skala 1 : 1, dan untuk yang menuju kearah sudut 18 o harus digambarkan menurut skala 1 : 2, untuk sumbu lainnya yang menuju kearah sudut 5 o digambarkan menurut skala 9 : 10, dimana skala perpendekan dari tiga sisi dan tiga sudut tidak sama, dan ini di sebut proyeksi trimetri seperti Gb. 1.4. 


Untuk harga-harga dari sudut dan skala perpendekan dari proyeksi aksonometri dapat dilihat pada tabel sudut proyeksi dan skala perpendekannya lihat tabel. 1.1. 

1.2. Proyeksi Miring

Proyeksi miring adalah semacam proyeksi sejajar, tetapi dengan garis-garis proyeksinya miring terhadap bidang proyeksi. Pada proyeksi ini bendanya dapat diletakkan sesukanya, tetapi biasanya permukaan depan dari benda diletakkan sejajar dengan bidang proyeksi vertikal dengan demikian bentuk permukaan depan tergambar seperti sebenarnya. 

Sudut yang menggambarkan kedalamnya 30 o, 45 o atau 60 o terhadap sumbu horizontal. Sudut-sudut ini disesuaikan dengan segi tiga yang dipakai mempunyai sudut-sudut 30 o , 45 o dan 60 o pula (pada Gb.1.5). 



1.3. Proyeksi Perspektif 

Dalam proyeksi perspektif ini garis proyeksi atau garis visualnya bertemu disebuah titik (kovergen), seperti gambar. 1.6. 

Penggambaran pada bidang gambar transparan dapat dianggap tampang yang akan dilihat oleh suatu mata yang ditempatkan pada sebuah titik tertentu dalam ruang dimana gambar ditetapkan pada bidang imajiner oleh titik yang menusuk dalam garis proyeksi dari mata ke obyek. 

Proyeksi perspektif ini jarang dipergunakan pada gambar kerja mesin, sebab tampang perspektif tidak mengungkapkan ukuran bentuk dan bentuk yang eksak, tapi banyak dipakai pada teknik sipil dan arsitektur. 



1.4. Proyeksi Orthografik 

Pada gambar mesin yang paling teristimewa digunakan untuk gambar kerja mesin adalah proyeksi orthografik. Penerapannya praktis dan metode proyeksi ini menguraikan suatu obyek menghasilkan gambar yang terdiri dari sejumlah tampang yang disusun secara sistematis dan yang meniru bentuk eksak obyeknya, dimana benda diproyeksikan dari beberapa muka disebut “ Proyeksi Orthografik” yang berarti : 

  • Orthos berarti lurus, benar atau tegak lurus 
  • Graphikus (grafik) yang berarti menulis, melukis atau menggambar dengan garis. 

Sehingga proyeksi orthografik merupakan “Semua garis proyeksi sejajar terhadap satu sama lain dan tegak lurus terhadap bidang dimana benda tersebut diproyeksikan”. 

Sistem proyeksi dapat dilakukan dengan sistem kwadran, dimana bidang-bidang proyeksi yang paling banyak di pergunakan adalah bidang horizontal dan bidang vertikal seperti Gb. 1.7. Bidang-bidang utama ini membagi seluruh ruang dalam empat kwadran. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan didepan bidang vertikal disebut “Kwadran Pertama”. Bagian ruang diatas bidang horizontal dan dibelakang bidang vertikal disebut “Kwadran Kedua”. 

“Kwadran Ketiga” adalah bagian ruang yang terletak dibawah bidang horizontal dan didepan bidang vertikal dan “Kwadran ke Empat” adalah bagian ruang yang terletak dibawah bidang horizontal dan dibelakang bidang vertikal. 


Dalam prakteknya “Kwadran Pertama” atau “Proyeksi sudut pertama dengan istilah “First Angle Projection” (Sistem Eropa), dan “Kwadran Ketiga” atau proyeksi sudut ke tiga” dengan istilah “Third Angle Projection” (Sistem amerika). Sedang kwadran kedua dan kwadran keempat tidak dipakai dalam praktek di istilakan semu (diabaikan). 

A. Proyeksi Sudut Pertama 


Pada proyeksi sudut pertama atau sistem “Proyeksi Eropa”, semua pandangan diproyeksikan pada bidang di belakang benda dan benda diproyeksikan ke kwadran pertama 


B. Proyeksi Sudut Ketiga 



Dalam proyeksi sudut ketiga atau sistem Proyeksi Amerika, benda yang diproyeksikan pada kwadran ketiga seperti Gb. 1.9. dimana benda yang akan digambar diletakkan dalam kubus dengan sisi tembus pandangan sebagai bidang-bidang proyeksi, pada tiap-tiap bidang proyeksi akan tampak gambar pandangan dari benda menurut arah penglihatan yang ditentukan oleh anak panah 


ILMU LISTRIK : KARAKTERISTIK DAN CARA KERJA LAMPU TL (Tube Luminescent) NEON DAN LED

September 19, 2019 1 Comment
Ditengah tarif listrik yang semakin mahal memaksa kita untuk bijak dalam memilih jenis lampu, kita pastinya menginginkan lampu yang terang namun sedikit memakai daya listrik. Jika dulu lampu bohlam adalah pilihannya, maka sekarang sudah ada lampu TL yang siap menggantikan lampu bohlam. Lampu TL ini dikenal dapat menghasilkan cahaya yang lebih banyak dengan daya yang sama jika kita menggunakan lampu bohlam.



Jika lampu bohlam biasa 75 Watt dapat menghasilkan cahaya 1200 lumens/meter maka lampu TL 32 Watt dapat menghasilkan cahaya 1700 lumens/meter, sehingga didapat perbandingan efisiensi lampu bohlam dengan lampu TL sebesar 53 : 16.

Mungkin karena itulah sekarang lampu TL sudah banyak digunakan di masyarakat, TL (Tube Luminescent ) atau sering disebut tube lamp karena berbentuk tabung. 

Luminescent merupakan cahaya yang terjadi di temperatur rendah dan berasal dari bahan yang tidak panas, di alam kita dapat meihat pada ubur-ubur. Proses luminesasi ini disebabkan karena adanya reaksi kimia, energi listrik, gerakan subatomik dan tekanan pada kristal.

Ada 2 jenis lampu TL yang beredar di masyarakat Indonesia yaitu :

  • Lampu TL Neon ( Fluorescent Lamp )
Fluoresense merupakan proses terpancarnya sinar oleh suatu zat yang telah menyerap radiasi elektromagnet, fluorescent sendiri merupakan bentuk dari luminesensi. Cara kerja dari lampu neon sendiri yaitu saat elektroda dialiri arus listrik maka akan timbul panas dan menyebabkan elektron berpindah dari ujung ke ujung. Arus listrik ini juga akan menyebabkan merkuri yang tadinya berbentuk cair menjadi gas. Perpindahan elektron ini akan memedarkan lapisan fluorescent pada tabung lampu tersebut.

  •  Lampu TL LED ( Light Emitting Diodes )

Pada TL LED memiliki puluhan hingga ratusan LED dalam satu tabungnya. Menurut penelitian beberapa ahli lampu LED ini dapat menghemat listrik hingga 60%. LED dapat menyala jika dialiri tegangan maju dari anoda ke katoda sehingga tidak akan menyala jika arah tegangannya terbalik. Pada LED terdapat chip semikonduktor yang didoping sehingga menciptakan junction P dan N. Proses doping merupakan proses penambahan ketidakmurnian pada semikonduktor yang urni sehingga menghasilkan karakteristik yang diinginkan. Ketika tegangan maju masuk dari anoda menuju katoda akan menyebabkan kelebihan elektron pada N-type material akan berpindah menuju wilayah yang kelebihan hole yaitu wilayah yang bermuatan positif (P-type material). Ketika elektron ini bertemu dengan hole akan melepaskan photon dan memancarkan cahaya monokromatik atau cahaya satu warna.

Perbedaan Rangkaian Lampu TL Neon dan TL LED


  • Rangkaian Lampu TL Neon
Dalam rangkaian lampu TL Neon ada 3 komponen dasar yang selalu dipakai antara lain Trafo Ballast/ Ballast Elektronik, Starter dan Lampu Neon itu sendiri.Syarat yang harus dipenuhi agar tabung lampu dapat berpedar yaitu tegangan yang masuk untuk memanaskan elektroda yaitu sebesar 400 Volt. Oleh karena itulah  selain  berfungsi sebagai saklar otomatis untuk membantu memanaskan elektroda starter juga sebagai alat untuk menaikkan tegangan penyalaan lampu. 

Jika proses penyalaan lampu telah selesai maka Bi-metal pada starter akan terbuka, sehingga starter dapat dilepaskan. Dikarenakan Lampu TL memiliki karakteristik arus-tegangan negatif ( Jika arus naik maka tegangan turun atau tegangan akan naik bila arus turun) maka diperlukan komponen yaitu ballast baik itu trafo ballast ataupu ballast elektronik untuk menstabilkan arus sehingga lampu TL dapat beroperasi dengan baik .

Dikarenakan ada 2 tipe ballast yang digunakan yaitu trafo ballast dan ballast elektronik, maka rangkaiannya pun juga akan berbeda seperti gambar dibawah ini.


  • Rangkaian Lampu TL LED

Rangkaian Lampu TL LED ini sangatlah sederhana berbeda jauh dengan rangkaian lampu TL Neon, pada rangkaian Lampu TL LED tegangan listrik AC 220 Volt dapat dihubungkan langsung dengan Pins pada lampu.
Jikalau sudah ada rangkaian Lampu TL Neon dan kita ingin merubahnya menjadi TL LED caranya sangatlah mudah tinggal melepas starter dan ballastnya saja seperti gambar dibawah ini.




Contoh Proposal PKM "Penelitian Sistem Pola Tanam Padi Jajar Legowo Pada Hasil Produktivitas Beras"

September 05, 2019 Add Comment


Tugas PKM (Program Kreativitas Mahasiswa)

Penelitian Sistem Pola Tanam Padi Jajar Legowo Pada Hasil Produktivitas Beras


Disusun Oleh:
                                     Nama ://
                                    NIM    : //
                                    Regu   

D3 teknik mesin
Teknik mesin
POLITEKNIK NEGERI BALI
TAHUN 2018

Daftar Isi

Bab I Pendahuluan                                                                        3
1.1  Latar belakang                                                                        3                     
2.1  Rumusan masalah                                                                   4
3.1  Tujuan                                                                                     4
4.1  Manfaat                                                                                   4
Bab II Tinjauan Pustaka                                                 5
     2.1 Pengertian Jajar Legowo                                                        5
      2.2 Prinsip Jajrar Legowo                                                             6
      2.3 Keuntungan Jajar Legowo                                                      7
Bab III Metode Penelitian                                               9
      3.1 Tahapan Penelitian                                                                  9
      3.2 Pengumpulan Data                                                                  10
      3.3 Penyimpulan Hasil Penelitian                                                11
Bab IV Pembahasan Masalah                                          12  
      4.1 Pembahasan Masalah Hasil Penelitian                                   12                     
Bab V Penutup                                                               13  
       5.1 Kesimpulan                                                                            13
       5.2 Saran                                                                                      13
Daftar Pustaka                                                                14

BAB I.
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Padi (oryza sativa) merupakan komoditas pangan utama bagi sebagian besar penduduk masya rakat   Asia,  terutama  Indonesia.  Semakin  meningkatnya   kebutuhan beras  di Indonesia maka semakin luas lahan pertanian yang di bututuh kan untuk menanam padai . akan tetapi jumlah produktivitas padi pada tahun – tahun ini itu sangat lah menurun drastis .penurunan jumlah padi di karenakan di Indonesia sudah melandai penurunan jumlah areal untuk penanaman padi dan bukan hanya itu kendala lainnya adalah sulitnya pengendalian hama penyakit yang di karenakan oleh iklim makro yang tercipta di antara penanaman padi . dalam hal ini di butuh teknologi cara pola tanam padi yang inovatif , agar dapat menambah produktivitas jumlah padi sekaligus pengendalian hama penyakit yang mengganggu tanaman padi .
        Dengan hal ini ada cara tanam padi jajar legowo merupakan perubahan teknologi jarak tanam padi yang dikembangkan dari sistem tanam tegel yang telah berkembang di masyarakat yaitu  Istilah legowo yang diambil dari Bahasa Jawa, Banyumas, terdiri atas kata lego dan dowo; lego berarti luas dan dowo berarti memanjang. Dengan cara tanam jajar legowo, kelompok-kelompok barisan tanaman padi dipisahkan oleh suatu lorong yang luas dan memanjang. Bila jarak antar baris tanaman padi umumnya adalah 20 hingga 25 cm, lorong yang memisahkan antar kelompok barisan mencapai 40 cm hingga 60 cm, tergantung kesuburan tanah dan keragaan varietas padi yang ditanam. Tanah yang subur memilki lorong yang lebih sempit sedangkan keragaan varietas yang berdaun lebat dan tinggi perlu lorong yang lebih luas ( Kabar Pertanian, 2012 ).
       Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi tanaman dengan mengatur jarak tanam sehingga pertanaman akan memiliki barisan tanaman yang diselingi oleh barisan kosong dimana jarak tanam pada barisan pinggir setengah kali jarak tanam antar barisan. Sistem tanam jajar legowo merupakan salah satu rekomendasi yang terdapat dalam paket anjuran Pengelolaan Tanaman Terpadu       Sistem tanam jajar legowo juga merupakan suatu upaya memanipulasi lokasi pertanaman sehingga pertanaman akan memiliki jumlah tanaman pingir yang lebih banyak dengan adanya barisan kosong. Seperti diketahui bahwa tanaman padi yang berada dipinggir memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang lebih baik dibanding tanaman padi yang berada di barisan tengah sehingga memberikan hasil produksi dan kualitas gabah yang lebih tinggi. Hal ini disebabkan karena tanaman yang berada dipinggir akan memperoleh intensitas sinar matahari yang lebih banyak (efek tanaman pinggir)
( Kabar Pertanian, 2012 ).

1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah:
1.    Apakah salah satu cara sistem jajar legowo  dapat memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada padi sawah?

1.3 Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah:
1.    Untuk mengetahui apakah sistem tanam jajar legowo dapat memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada padi sawah.
2.    Untuk mengetahui apakah jarak tanam yang berbeda pada sistem tanam jajar legowo  dapat memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik pada padi sawah.

1.4  Manfaat
Manfaat penelitian ini antara lain :
1.     Sebagai bahan informasi dan masukan dalam budidaya tanaman padi dengan sistem jajar Legowo
2.     Diharapkan dapat ditindaklanjuti pada penelitian lanjutan dalam lingkup yang lebih luas.
3.     Sebagai bahan informasi tentang pertumbuhan padi dengan menggunakan sistem jajar Legowo
BAB II.
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  PENGERTIAN JAJAR LEGOWO
 Sistem tanam jajar legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman padi dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang. Legowo di artikan pula sebagai cara tanam padi sawah yang memiliki beberapa barisan dan diselingi satu barisan kosong.
 Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.
 Pada awalnya tanam jajar legowo umum diterapkan untuk daerah yang banyak serangan hama dan penyakit, atau kemungkinan terjadinya keracunan besi. Jarak tanam dua baris terpinggir pada tiap unit legowo lebih rapat dari pada baris yang ditengah (setengah jarak tanam baris yang di tengah), dengan maksud untuk mengkompensasi populasi tanaman pada baris yang dikosongkan. Pada baris kosong, di antara unit legowo, dapat dibuat parit dangkal. Parit dapat berfungsi untuk mengumpulkan keong mas, menekan tingkat keracunan besi pada tanaman padi atau untuk pemeliharaan ikan kecil (muda).
 Sistem tanam legowo kemudian berkembang untuk mendapatkan hasil panen yang lebih tinggi dibanding sistem tegel melalui penambahan populasi. Selain itu juga mempermudah pada saat pengendalian hama, penyakit, gulma, dan juga pada saat pemupukan.
 Pada penerapannya, perlu diperhatikan tingkat kesuburan tanah pada areal yang akan ditanami. Jika tergolong subur, maka disarankan untuk menerapkan pola tanaman sisipan hanya pada baris pinggir (legowo tipe 2). Hal ini dilakukan untuk mencegah kerebahan tanaman akibat serapan hara yang tinggi. Sedangkan pada areal yang kurang subur, maka tanaman sisipan dapat dilakukan pada seluruh barisan tanaman, baik baris pinggir maupun tengah (legowo tipe 1). Saat ini, sistem logowo sudah mulai banyak di adopsi oleh petani di Indonesia. Banyak petani yang sudah merasakan manfaat dan keuntungannya dengan menggunakan teknik tersebut. Dengan sistem tanam legowo, populasi tanaman dapat ditingkatkan yang pada gilirannya diperoleh peningkatan hasil gabah. .
2.2  PRINSIP TANAM JAJAR LEGOWO
Sistem legowo adalah suatu rekayasa teknologi untuk mendapatkan populasi tanaman lebih dari 160.000 per hektar. Penerapan Jajar Legowo selain meningkatkan populasi pertanaman, juga mampu menambah kelancaran sirkulasi sinar matahari dan udara disekeliling tanaman pingir sehingga tanaman dapat berfotosintesa lebih baik.
 Selain itu, tanaman yang berada di pinggir diharapkan memberikan produksi yang lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik, mengingat pada sistem tanam jajar legowo terdapat ruang terbuka seluas 25-50%, sehingga tanaman dapat menerima sinar matahari secara optimal yang berguna dalam proses fotosintesis.
Penerapan sistem tanam legowo disarankan menggunakan jarak tanam (25x25) cm antar rumpun dalam baris; 12,5 cm jarak dalam baris; dan 50 cm sebagai jarak antar barisan/lorong atau ditulis (25x12,5x50) cm. Hindarkan penggunaan jarak tanam yang sangat rapat, misalnya (20x20) cm, karena akan menyebabkan jarak dalam baris sangat sempit. Dalam buku ini, dibatasi pada penerapan sistem tanam legowo 2:1 dan 4:1 baik untuk tipe 1 maupun tipe 2.
1.                  Legowo 2:1
 Sistem tanam legowo 2:1 akan menghasilkan jumlah populasi tanaman per ha sebanyak 213.300 rumpun, serta akan meningkatkan populasi 33,31% dibanding pola tanam tegel (25x25) cm yang hanya 160.000 rumpun/ha. Dengan pola tanam ini, seluruh barisan tanaman akan mendapat tanaman sisipan.
2.                  Legowo 4:1
 Tipe 1
Sistem tanam legowo 4:1 tipe 1 merupakan pola tanam legowo dengan keseluruhan baris mendapat tanaman sisipan. Pola ini cocok diterapkan pada kondisi lahan yang kurang subur. Dengan pola ini, populasi tanaman mencapai 256.000 rumpun/ha dengan peningkatan populasi sebesar 60% dibanding pola tegel (25x25)cm.
 Tipe 2
 Sistem tanam legowo 4:1 tipe 2 merupakan pola tanam dengan hanya memberikan tambahan tanaman sisipan pada kedua barisan tanaman pinggir. Populasi tanaman 192.712 ± 4260 rumpun/ha dengan persentase peningkatan hanya sebesar 20,44% dibanding pola tegel (25x25)cm. Pola ini cocok diterapkan pada lokasi dengan tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Meskipun penyerapan hara oleh tanaman lebih banyak, tetapi karena tanaman lebih kokoh sehingga mampu meminimalkan resiko kerebahan selama pertumbuhan

2.3  KEUNTUNGAN JAJAR LEGOWO
 Menurut Sembiring (2001), sistem tanam legowo merupakan salah satu komponen PTT pada padi sawah yang apabila dibandingkan dengan sistem tanam lainnya memiliki keuntungan sebagai berikut:
 Terdapat ruang terbuka yang lebih lebar diantara dua kelompok barisan tanaman yang akan memperbanyak cahaya matahari masuk ke setiap rumpun tanaman padi sehingga meningkatkan aktivitas fotosintesis yang berdampak pada peningkatan produktivitas tanaman.
 1. Sistem tanaman berbaris ini memberi kemudahan petani dalam pengelolaan usahataninya seperti: pemupukan susulan, penyiangan, pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit (penyemprotan). Disamping itu juga lebih mudah dalam mengendalikan hama tikus.
 2. Meningkatkan jumlah tanaman pada kedua bagian pinggir untuk setiap set legowo, sehingga berpeluang untuk meningkatkan produktivitas tanaman akibat peningkatan populasi.
3. Sistem tanaman berbaris ini juga berpeluang bagi pengembangan sistem produksi padi-ikan (mina padi) atau parlebek (kombinasi padi, ikan, dan bebek).
4. Meningkatkan produktivitas padi hingga mencapai 10-15%.















BAB III
METODELOGI PENELITIAN
3.1 Tahapan Penelitian
. Tempat dan Waktu Penelitian
 
Penelitian ini dilaksanakan di Dusun mamaju desa punggulahi timur Pelaksanaan penelitian dimulai pada bulan agustus sampai dengan November tahun 2014

B. Bahan dan Alat Penelitian
 
Bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih padi varietas Ciguelis,  dan pupuk Urea, SP-36, ZA, pestisida.
Alat yang digunakan ialah cangkul, gembor, tali rafia, bambu, seng, cat, sabit, alat perontok, kantong plastik, meteran, timbangan digital, dll.
C. Metode Penelitian
Metode penelitian menggunakan system pola tanam padi system jajar legowo
pelaksanaan Penelitian

1 Persiapan Lahan
 
Lahan dibajak dengan menggunakan traktor, kemudian tanah digaru dan dibersihkan dari sisa-sisa gulma dan diratakan dengan garu, lalu digenangi air selama 10 hari. Setelah itu membuat drainase di bagian pinggir dan tengah tiap petakan sawah untuk memudahkan pengaturan air
2 Persiapan Benih
 
Benih diseleksi dengan direndamkan dalam air bersih selama 24 jam, benih yang tenggelam di pakai dan benih yang mengapung dibuang. Kemudian ditiriskan dan diperam selama 2 hari dengan cara memasukkan dalam karung untuk proses perkecambahan.
3 Membuat Persemaian
 
Persemaian dilakukan di lahan sawah dengan cara diTracktor kemudian tanah digaru dan dibersihkan dari sisa-sisa gulma yang ada, setelah itu tanah diratakan lalu diberi air kemudian ditaburi benih dengan ukuran 2x2m.
4 Penanaman
 
Pemindahan bibit kelahan setelah mencapai umur 17-21 hari setelah tanam. Kondisi air pada saat tanam adalah macak-macak (kondisi tanah yang basah tetapi tidak tergenang). Pada system  TAPIN biasanya, 2-3 bibit per lubang tanam. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 3 cm dengan jarak tanam 20 dan 25 cm.
5 Pemeliharaan tanaman
Proses pemeliharan tanaman dilakukan bisa di mulai dari 5 hari setelah melakuakn proses penanaman atau pemindahan bibit padi ke lahan sawah

3.2 Teknik Pengumpulan Data

1. setelah proses penanaman atau pemindahan bibit padi kelahan maka dari itu kita harus tetap mengontrol konsi air pada lahan pertanian
2. jika padi sudah berumur 1 minggu maka kita sudah harus memulai pengendalian gulama pada lahan pertanian dan pengendalian ini di lakukan secara 2 kali dengan menggunakan pestisida
3. setalah padi berumur 15 – 28 hari padi sudah harus di berikan pupuk awal dengan menggunakan pupuk urea sesuai dengan dosis yang sudah di tentukan
4. proses pemupukan kedua di mulai padi sudah berumur 40 – 58 hari setalah tanam
5. proses penyemprot atau penanggulangan hama di mulai setelah daun padi terlihat tidk sehat atau sudah terserang hama dan proses pengendalian hama ini di lakukan sampai 2 – 3 kali jika pada terserang hama
6. padi sudah boleh di panen jika sudah berumur 90 hari


3.3 Penyimpulan Hasil Penelitian

Dari hasil penelitian yang saya lakukan maka dapat saya simpulkan bahwa system pola tanam pasi logowo 4 : 1 ini juga perlu pemeliharaan yang sesuai agar dapat mendapat hasil produktivitas padi yang sangat baik dan sangat memuaskan









BAB IV.
PEMBAHASAN MASALAH

4.1 Pembahasan Masalah
System pola tanam logowo merupakan salah satu bentuk rekayasa teknologi intuk mengoptimalkan produktivitas tanaman padi dengan pengaturan populasi sehingga tanaman mendapat ruang tumbuh dan sinar matahari yang optimum.oleh sebab itu peningkatan jumlah populasi tanaman dan intensitas cahaya yang optimum juga mempengaruhi jumlah hasil gabah. Pada system pola tanam logowo ini bisa mencapai hasil yang tinggi di bandingkan dengan sitem pola tanam tegel (25x25)cm, hal itu di karenakan pada sitem pola tanam logowo ini jumlah anakan pada padi dapat meningkat karea mendapat ruang yang cukup untuk tumbuh dan intensitas cahaya pun tidak kalah pada system pola tanam logowo ini itu lah yang menyebabkan hasil gabah pada tanaman logowo ini jadi lebih tinggi
Contohnya : Laporan hasil penerapan sistem jajar Legowo di Dusun mamuju Desa punggulahi  pada sawah irigasi teknis menunjukkan hasil gabah kering mencapai 8,50 t/ha lebih tinggi disbanding sistem tegel 6,36 t/ha. Penerimaan usahatani padi sistem Legowo mencapai Rp 2.022.850/ha/musim, sedangkan pada sistem tegel sebesar  Rp. 1.280.300 (Hamdani et al., 1996)






BAB V.
PENUTUP


5.1 Kesimpulan

Jika semua para petani di Indonesia menggunakan system pola tanam jajar legowo maka populasi tanaman dan anakan padi pun juga akan meningkat maka dari itu jumlah gabah yang di hasil kan juga pasti akan meningkat jumlahnya dan produktivitas beras di Indonesia juga pasti tidak akan mengalami penurunan secara drastic lagi karena semua sudah menggunakan system pola tanam jajar legowo yang mmng terbukti hasilnya .

5.2 Saran
           
Sebaiknya semua petani di Indonesia menggunakan rekayasa teknologi pola tanam padi jajar legowo ini agar produktivitas jumlah beras di Indonesia juga tetap terjaga dan meningkat






Daftar  Pustaka
.
Sembiring H. 2001. Komoditas Unggulan Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Badan Pengkajian Teknologi Pertanian. Sumatera Utara. 58 p.
Hamdani M., Wahab, A, M. Azis,dan O Suherman. 1996. Usahatani sistim legowo dan tandur jajar di areal SUTPA kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Prosiding seminar regional pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi: buku 2. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Kendari.
Kabar pertanian, 2012. Tanam Padi dengan Jajar Tanam Legowo
Posted Oct.26, 2012 under Kabar Pertanian

Iklan