Loading...

ILMU BOILER : KLASIFIKASI BOILER LENGKAP DAN STANDAR AIR BAHAN BAKU BOILER

December 14, 2019 Add Comment

Klasifikasi Boiler

     Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan adanya evaluasi terhadap produk-produk boiler sebelumnya yang memiliki kelemahan dalam pengelolaan gas buang boiler yang mempengaruhi lingkungan dan produk steamnya. Berikut klasifikasi boiler yang telah berkembang :


Berdasarkan tipe pipa

          Adapun klasifikasi boiler berdasarkan tipe pipanya dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a.    Fire Tube
Tipe boiler pipa api mempunyai karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. Cara kerja : proses pengapian terjadi di dalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung ke dalam boiler yang berisi air. Besar dan kontruksi boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan oleh boiler tersebut.

b.    Water Tube
Tipe boiler pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi.
Cara kerja : proses pengapian terjadi di luar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air namun sebelumnya air tesebut dikondensasikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah steam-drum. Melalui tahap secondary superheater dan primary superheater tekanan dan temperature akan disesuaikan, jika telah sesuai baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Di dalam pipa air, air yang mengalir harus dikondensasikan tertahap mineral atau kandungan lainya yang larut di dalam air tersebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan tertahap boiler tipe ini.

Berdasarkan bahan bakar yang digunakan

          Adapun klasifikasi boiler berdasarkan bahan bakar yang digunakan adalah sebagai berikut :
a.      Solid Fuel
Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakleristik : harga bahan baku pembakaran relative lebih murah dibandingkan dengan boiler yang digunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai efisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler tipe listrik. Cara kerja pemanasan yang lerdiri akibat pembakaran antara pencampuran hahan bakar padat (batubara, bagasse, rejected product, kayu) dengan oksigen dan sumber panas.

b.      Oil Fuel
Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan  semua tipe. Nilai efisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler bahan bakar padat dan listrik
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara pencampuran bahan bakar cair (solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas.

c.      Gaseous Fuel
Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar.
Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat pencampuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas.

d.      Electric
Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku   pemanasan relalive lebih murah dibandingkan boiler yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini paling rendah jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan   bahan bakarnya.
Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang  menyupali sumber panas.

Berdasarkan kegunaan boiler

a.         Power Boiler
Tipe power boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam untuk pembangkit listrik dan sisa steam digunakan untuk menjalankan proses industri.
Cara kerja : steam yang dihasilkan oleh boiler ini menggunakan tipe water tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator.
b.        Industrial Boiler
Tipe industrial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas untuk menjalankan proses industri dan sebagai tambahan pemanas.
Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau  fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang.

c.         Commercial Boiler
Tipe commercial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas yang digunakan untuk pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalakan proses operasi komersial.
Cara kerja : Steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang  rendah.

d.        Residential Boiler
Tipe residential boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan.
Cara kerja : steam yang dihasilakan boiler ini menggunakan tipe fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah.

e.         Heat Recovery Boiler
Tipe heat recovery boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak dipakai. Hasil steam ini digunakan untuk menjalankan proses industri.
Cara kerja : steam yang dihasilakan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler atau  fire tube boiler, hasil  steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar.

Berdasarkan kontruksi boiler

a.         Package Boiler
Perakitan boiler tipe package memiliki karakteristik : dilakuakan di pabrik pembuat, pengiriman langsung dalam bentuk boiler.
b.        Site Erected Boilier
Tipe site erected boilier memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di tempat akan berdirinya boiler tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.

Berdasarkan tekanan kerja boiler

a.         Low Pressure Boiler
Tipe low pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi kurang dari 15 Psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan dibawah 160 Psig atau temperatur dibawah 250 ˚F.
b.        High Pressure Boiler
Tipe high pressure boiler memillki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam oprasi diatas 15 Psig atau menghasilkan air  panas dengan tekanan di atas 160 Psig atau temperatur diatas 250 ˚F.

Berdasarkan cara kerja pembakaran bahan bakar

a.         Stoker Combustion
Tipe stoker combustion karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar padat untuk melakukan pembakaran, bahan bakar padat dimasukan ke dalam ruangan pembakaran melalui conveyor atau manual. Tipe ini memiliki sisa pembakaran yang harus ditangani berupa debu yang dapat mencemari lingkungan.

b.        Pluverized Cool
Cara kerja : proses ini menghancurkan batu dengan ball mill atau roller mill sehingga batubara memiliki ukuran kurang dari 1 mm, kemudian batubara berupa bubuk ini disemprotkan ke dalam ruang pembakaran.

c.         Fluidzed Coal
Cara kerja : Proses ini menghancurkan batu bara dengan crusher, sehingga batubara memiliki ukuran kurang dari 2 mm, pada proses ini pembakaran dilakukan dalam lapisan pasir, batubara akan langsung membara jika mengenai pasir.

d.        Firing Combution
Tipe firing memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan  bakar cair, padat, dan gas untuk melakukan pembakaran, pemanasan yang terjadi lebih merata.
Cara kerja : bahan bakar cair digunkan sebagai prelimiry firing fuel dimasukan kedalam ruang pembakaran melalui oil gun. Setelah tercapai temperatur yang sesuai, pembakaran diambil alih oleh coal nozzle atau gas nozzle.

Air Bahan Baku Boiler

Adapun standar air yang baik dugunakan untuk bahan baku boiler yaitu :
a. Air yang diumpankan ke boiler harus memenuhi spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuatnya.
b.    Air harus bersih, tidak berwarna dan bebas dari   kotoran yang tersuspensi.
c.    Kesadahan nol. Maksimum 0,25 ppm CaCO3
d.    pH 8 hingga 10 memperlambat korosi. pH kurang dari 7 mempercepat korosi dikarenakan asam.
e.   O2 terlarut kurang dari 0.02 mg/l. Adanya S02 mengakibatkan korosi.
f. Co2 harus dijaga rendah. Keberadaannya dengan O2 menyebabkan korosi, terutama pada komponen yang terbuat dari tembaga maupun bahan campuran tembaga.

ILMU BOILER : CARA MENGOPERASIKAN BOILER TIPE FIRE TUBE (PIPA API)

December 13, 2019 Add Comment
Fire tube boiler merupakan tipe boiler pipa api yang mempunyai karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. 


Cara kerja : proses pengapian terjadi di dalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung ke dalam boiler yang berisi air. Besar dan kontruksi boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan oleh boiler tersebut.



Beberapa tahapan yang harus dilakukan sebelum mengoperasikan boiler adalah sebagai berikut :

a. Pemeriksaan awal

Periksalah hal-hal dibawah ini sebelum mengoperasikan boiler :
1) Semua benda asing harus dibuang dari ­boiler
2) Pintu boiler sudah tertutup dengan rapat dan aman.
3) Boiler telah terisi air secara penuh.
4) Celah antara pintu dan burner telah diisi dengan insulation material wool.
5) Pompa sirkulasi boiler berfungsi dengan baik.
6) Katup/valve bahan bakar telah terbuka.
7) Kualitas air harus sesuai standard yang telah ditentukan.

b. Pemanasan awal

Boiler haruslah dipanaskan secara perlahan, hal ini dikarenakan ketika temperature boiler meningkat, ketinggian air akan naik bersamaan dengan ekspansi. Batas ketinggian air ini harus dijaga dengan membuka expansion tank.

c. Standard operation procedure

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengoperasian control panel boiler yaitu
1) Putar main switch ke posisi ON.
2) Pastikan MCB juga dalam keadaan ON.
3) Jika terdengar bunyi alarm, segera tekan tombol horn OFF untuk mematikan bunyi tersebut.
4) Pastikan circulation pump switch berada di posisi ON.
5) Pastikan valve bahan bakar telah terbuka.
6) Periksa semua lampu trouble (warna kuning) pada panel.
7) Putar switch burner ke posisi reset hingga lampu lock out OFF.
8) Kemudian putar switch burner ke posisi OFF lalu ke posisi burner ON.
9) Bila lampu flame failure menyala, maka tekan tombol unlocking.
10) Boiler telah beroperssi dengan normal.

BILA TERJADI KEGAGALAN DALAM PENYALAAN SAMPAI 4 KALI, SEGERA MATIKAN BURNER DAN HUBUNGI TEKNISI BOILER.

ILMU DESAIN : DESAIN MESIN PENGERING BIJI KOPI DENGAN AUTODESK INVENTOR 2016

December 12, 2019 Add Comment


Kopi merupakan bahan dasar dari minuman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, dalam pembuatannya sebelum menjadi kopi bubuk yang kita seduh ada proses yang tidak kalah penting yaitu proses pengeringan biji kopi sebelum digiling.

Kopi memiliki cita rasa dan bau khas yang bergantung pada jenis kopi dan tingkat kekeringan kopi tersebut, melihat kondisi tersebut kami ILMUTEKNIK,ID melakukan inovasi dengan membuat desain alat Pengering Biji Kopi. Dengan alat pengering biji kopi ini petani tidak harus mengandalkan sinar matahari dalam proses pengeringannya.

Jika ada berminat untuk mendapatkan desain mesin pengering kopi diatas, anda dapat menghubungi kami via INSTAGRAM @iteknik_official


Dapatkan desain mesin lainnya :





ILMU SIPIL : Makalah dan Power Point Teknologi Bahan "Kerangka dan Jenis-Jenis Plafon"

ILMU SIPIL : Makalah dan Power Point Teknologi Bahan "Kerangka dan Jenis-Jenis Plafon"

December 11, 2019 Add Comment



Plafon adalah bagian dari konstruksi bangunan yang berfungsi sebagai langit-langit atau pembatas antara rangka atas dan rangka bawah sebuah bangunan. Pembuatan plafon dimaksud untuk mencegah cuaca panas atau dingin agar tidak langsung masuk ke dalam rumah setelah melewati atap.

Adapun fungsi-fungsi plafon yaitu :
•Membuat ruangan di bawah atap selalu tampak bersih dan tidak tampak bagian dari rangka atapnya. 
•Untuk menahan kotoran yang jauh dari atap melalui celah-celah genteng 
•Untuk menahan percikan air, agar seisi ruangan selalu ter lindungi 
•Untuk mengurangi panas dari sinar matahari melalui bidang atap 
•Untuk memperindah interior sebuah ruangan.

File powerpoint dan makalah dapat didownload pada link dibawah ini

ILMU SIPIL : MAKALAH DAN POWERPOINT BAHAN-BAHAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL DALAM BANGUNAN

ILMU SIPIL : MAKALAH DAN POWERPOINT BAHAN-BAHAN MEKANIKAL & ELEKTRIKAL DALAM BANGUNAN

December 10, 2019 Add Comment



Mekanikal dan Elektrikal merupakan suatu system yang ada di dalam sebuah gedung / bangunan yang tidak dapat dipisahkan dari pemakaian gedung. Secara sederhana pekerjaan mekanikal dan electrcal yaitu pekerjaan yang berhubungan dengan listrik dan mekanaik. 

Sekuat dan seindah apapun bangunan tersebut, jika tidak ditunjang dengan sistem ME (mekanikal & elektrikal) maka bangunan tersebut tidak ada gunanya, dan tidak dapat difungsikan.

File lengkap power point dan makalah dapat didownload pada link download dibawah ini

ILMU SIPIL : Makalah dan Power Point Bahan-Bahan Konstruksi Atap

ILMU SIPIL : Makalah dan Power Point Bahan-Bahan Konstruksi Atap

December 09, 2019 Add Comment




Atap merupakan suatu struktur bangunan yang berfungsi untuk menutupi ataupun melindungi bangunan dari panas dan hujan, sehingga menciptakan suasana aman dan nyaman didalam bangunan tersebut. Dalam membangun suatu atap tentunya dibutuhkan konstruksi yang benar sesuai dengan tujuan dan kebutuhan, oleh karena itu pemilihan bahan untuk konstruksi atap sangat diperlukan. Berikut macam-macam bahan yang dapat digunakan sebagai konstruksi atap :

Jika Anda menginginkan file lengkapnya baik yang berformat word ataupun power point, maka anda dapat mendownload secara langsung pada link download dibawah ini.

DOWNLOAD POWER POINT
DOWNLOAD MAKALAH (.docx)